DPK Solok evaluasi data dan layanan perpustakaan tingkatkan literasi

Solok (ANTARA) - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Solok, Sumatera Barat mengevaluasi data dan layanan perpustakaan sebagai upaya meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan dan memperkuat budaya literasi masyarakat melalui pengukuran Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM).

Kepala DPK Kota Solok Herman di Solok, Sabtu, mengatakan data perpustakaan yang akurat diperlukan untuk mengetahui kondisi layanan sekaligus menjadi dasar dalam menyusun program pengembangan perpustakaan sesuai kebutuhan.

"Perpustakaan harus terus kita dorong agar semakin berkualitas, baik dari sisi pengelolaan, layanan maupun ketersediaan datanya. Data yang akurat menjadi dasar untuk mengevaluasi dan menyusun program pengembangan perpustakaan," katanya.

Ia menjelaskan, pengumpulan data Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) tidak hanya ditujukan untuk memperoleh angka indeks, tetapi juga melihat kondisi dan perkembangan perpustakaan di Kota Solok secara lebih terukur.

Menurut dia, kelengkapan data juga membantu pemerintah mengetahui sejauh mana perpustakaan telah menjalankan fungsi layanan informasi dan pembelajaran bagi masyarakat, khususnya peserta didik di lingkungan sekolah.

"Jangan sampai perpustakaannya sudah berjalan dengan baik, tetapi datanya tidak terdokumentasi dengan baik. Karena itu, pengelola perlu memahami pentingnya administrasi dan pengelolaan data perpustakaan," ujarnya.

Untuk memastikan data sesuai kondisi lapangan, DPK Kota Solok melaksanakan sosialisasi, evaluasi dan pengumpulan data IPLM selama 11-13 Agustus 2026 di Aula Gedung Layanan Perpustakaan Kota Solok, Terminal Bareh Solok, Simpang Rumbio.

Kegiatan tersebut menyasar pengelola perpustakaan sekolah secara bertahap, yakni perpustakaan SD di Kecamatan Lubuk Sikarah pada 11 Agustus, SD di Kecamatan Tanjung Harapan pada 12 Agustus, serta perpustakaan SMP se-Kota Solok pada 13 Agustus 2026.

Herman mengatakan, evaluasi juga digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan dan kendala yang dihadapi pengelola, sehingga peningkatan kualitas perpustakaan tidak hanya berorientasi pada koleksi buku, tetapi mencakup tata kelola dan layanan.

DPK Kota Solok juga mendorong perpustakaan sekolah menghadirkan kegiatan yang membuat siswa lebih tertarik berkunjung dan memanfaatkan layanan, sehingga perpustakaan berfungsi sebagai ruang belajar yang aktif.

"Kita ingin perpustakaan benar-benar hidup. Ada aktivitas, ada layanan, ada koleksi yang dimanfaatkan, dan yang paling penting perpustakaan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan literasi dan kualitas pendidikan," katanya.