DPMPTSP Sulawesi Tengah catat investasi serap 19.114 tenaga kerja lokal
Jumat, 4 September 2026 19:06 WIB
Kepala DPMPTSP Sulteng Moh. Rifani Pakamundi. ANTARA/Fauzi Lamboka
Palu, Sulteng (ANTARA) -
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mencatat realisasi investasi selama semester I 2026 menyerap 19.114 tenaga kerja lokal.
Kepala DPMPTSP Sulteng Moh Rifani Pakamundi di Palu, Jumat, mengatakan penyerapan tenaga kerja lokal dari aktivitas investasi pada semester I 2026 itu meningkat 22,29 persen dibandingkan periode sama 2025 sebanyak 15.630 orang.
"Laju penyerapan tenaga kerja lokal yang tumbuh 22,29 persen melebihi laju pertumbuhan nilai investasi sebesar 6,97 persen. Ini menandakan kualitas investasi yang masuk makin membaik dalam menciptakan lapangan kerja," ungkapnya.
Sementara itu, penyerapan tenaga kerja asing (TKA) tercatat sebanyak 1.892 orang atau 9,01 persen dari total tenaga kerja.
Dengan demikian, rasio penggunaan TKI berbanding TKA berada pada tingkat 10,10 berbanding 1.
Menurut dia, realisasi investasi semester I 2026 mencapai Rp68,70 triliun atau 73,17 persen dari target tahunan sebesar Rp93,89 triliun yang ditetapkan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.
Investasi itu bersumber dari Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang Rp64,73 triliun atau 94,23 persen dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp3,96 triliun atau 5,77 persen.
Berdasarkan struktur penanaman modal, proyek PMA menyerap 12.614 TKI dan 1.845 TKA atau rasio 6,8 berbanding 1. Sebaliknya, proyek PMDN menyerap 6.500 TKI dan hanya mempekerjakan 47 TKA atau rasio 138 berbanding 1.
"Proyek PMDN menyumbang 34 persen dari total penyerapan tenaga kerja domestik. Dari sisi sebaran, 90,6 persen TKA terpusat di Kabupaten Morowali, sedangkan tujuh kabupaten/kota di Sulteng tercatat nol TKA," jelasnya.
Secara geografis, investasi masih terpusat di Kabupaten Morowali yang membukukan nilai Rp65,87 triliun atau 95,88 persen dari total realisasi provinsi.
Morowali Utara berada di posisi kedua dengan Rp1,06 triliun atau 1,54 persen, diikuti Kabupaten Banggai Rp0,79 triliun atau 1,14 persen, Kota Palu Rp0,42 triliun atau 0,62 persen, dan Kabupaten Sigi Rp0,21 triliun atau 0,30 persen.
Kendati demikian, empat kabupaten berhasil melampaui target investasi tahunannya lebih cepat sebelum pertengahan tahun. Keempat daerah tersebut adalah Kabupaten Tojo Una-Una dengan capaian 218,97 persen dari target, Kabupaten Buol 173,65 persen, Kabupaten Parigi Moutong 116,38 persen, dan Kabupaten Poso 110,70 persen.
Pewarta : Fauzi
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026