Cirebon (ANTARA) - Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat menangani 97 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak hingga Agustus 2026.
Kepala DPPKBP3A Kabupaten Cirebon Indra Fitriani mengatakan jumlah kasus tersebut meningkat 29,33 persen dibandingkan periode sama di tahun 2025 yang sebanyak 75 kasus.
"Ini menunjukkan adanya keberanian masyarakat untuk bersuara dan kepercayaan publik terhadap layanan kita semakin baik," kata Indra di Cirebon, Rabu.
Ia menyebutkan dari 97 kasus yang ditangani, sebanyak 61 kasus merupakan kekerasan terhadap anak dan 36 kasus lainnya melibatkan perempuan dewasa.
Pihaknya mendata kasus kekerasan terhadap anak meningkat 10,9 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang mencapai 55 kasus hingga Agustus.
Indra menyebut korban anak terdiri atas 25 laki-laki dan 36 perempuan, dengan kelompok usia 13 sampai 17 tahun menjadi korban terbanyak.
"Kalau kasus perempuan dewasa, lonjakannya sangat tinggi, yaitu 80 persen dari tahun kemarin," ujarnya.
DPPKBP3A memberikan layanan pengaduan kepada 58 korban, pemulihan psikologis dan medis kepada 34 korban, serta memfasilitasi pemulangan terhadap 14 korban.
Indra mengatakan penanganan tersebut perlu diimbangi dengan pencegahan, melalui penguatan perlindungan perempuan dan anak sampai tingkat desa.
Ia mengemukakan upaya itu dilakukan melalui akselerasi Ruang Bersama Indonesia (RBI), yang menjadikan Kabupaten Cirebon sebagai salah satu daerah percontohan di Jawa Barat.
Layanan RBI, kata dia, dibantu sejumlah relawan untuk menindaklanjuti persoalan perempuan dan anak yang ditemukan melalui layanan masyarakat di tingkat desa.
"Upaya tidak hanya berhenti pada pelayanan, tetapi temuan yang ada dapat ditindaklanjuti oleh relawan SAPA di RBI," katanya.
Ia menambahkan, RBI mulai disosialisasikan tahun ini dengan sasaran awal Kecamatan Gegesik, Susukan, dan Plumbon untuk menghubungkan deteksi persoalan sosial dengan penanganan di tingkat desa.
“Plumbon, Kapetakan, dan Babakan termasuk wilayah yang perlu mendapat perhatian dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ucap dia.
Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.