Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:29 WIB
Jakarta, VIVA – Komisi V DPR RI meminta pengoperasian LRT Jabodebek harus mengutamakan pelayanan publik dan tidak berorientasi cari untung.
Baca Juga
Hal itu disampaikan Anggota Komisi V DPR RI Yasti Soepredjo saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI dengan agenda peninjauan sarana dan prasarana LRT Jabodebek Lintas Bekasi (Bekasi Line) di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (2/10/2026) kemarin.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia menegaskan bahwa transportasi massal dalah bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam menyediakan layanan yang aman, nyaman, terjangkau, dan mudah diakses.
Baca Juga
“Kalau bicara transportasi massal di mana pun, di kota besar, itu adalah tanggung jawab pemerintah, tidak mengejar keuntungan. Ini adalah pelayanan publik,” kata Yasti, dikutip Sabtu (3/2026).
Meski tak berorientasi pada keuntungan, pemerintah tetap harus memastikan aspek pembiayaan dan pemeliharaan fasilitas LRT berjalan dengan baik.
Baca Juga
Sebab, orientasi utama dalam pengoperasian LRT dan pelayanan publik yang lain adalah melayani kebutuhan masyarakat.
“Kalau untuk pemeliharaan, oke. Tapi kalau untuk mengejar keuntungan, itu tidak. Negara harus hadir untuk membantu masyarakat mendapatkan akses ke manapun,” ujarnya.
Pandangan serupa juga disampaikan Anggota Komisi V DPR RI Boyman Harun yang menyebut keberadaan LRT Jabodebek memiliki peran penting dalam mengurangi kemacetan sekaligus menyediakan pilihan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau.
Boyman menekankan bahwa kualitas layanan harus menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan transportasi publik.
“Keuntungan dan masukan bagi negara kita sampaikan paling akhir. Yang utama adalah pelayanan yang optimal,” tegas Boyman.
Sebagai informasi, LRT Jabodebek mulai beroperasi secara resmi pada 28 Agustus 2023 dengan melayani dua lintasan, yakni Cibubur dan Bekasi.
Untuk Lintas Bekasi, layanan tersebut menghubungkan Stasiun Jatimulya dan Dukuh Atas dengan jarak sekitar 29,5 kilometer.
Berdasarkan sisi jumlah pengguna, LRT Jabodebek menunjukkan peningkatan. Sepanjang Semester I 2026, moda transportasi tersebut melayani 16.018.911 pengguna, naik sekitar 23 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebanyak 13.040.403 pengguna.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Hingga Agustus 2026, jumlah pengguna LRT kemudian mencapai 21,81 juta orang.
Komisi V menganggap pertumbuhan tersebut adalah bukti meningkatnya minat masyarakat terhadap transportasi massal.
Halaman Selanjutnya
Meski demikian, potensi pengguna LRT Jabodebek di wilayah Bekasi dinilai masih dapat diperkuat.