Di samping melihat bangunan sekolah, kami juga meminta untuk menginventarisir guru, siswa, dan tenaga pendidik lainnya yang terdampak akibat gempa
Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani meminta kepada pemerintah untuk memastikan proses belajar mengajar untuk siswa-siswi sekolah di Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap berjalan, setelah beberapa waktu lalu daerah tersebut dilanda gempa.
Dia tidak menginginkan bahwa adanya bencana yang terjadi membuat pendidikan di daerah tersebut terhenti lama. Meski masih terus terjadi gempa susulan, menurut dia, pendidikan harus terus diberikan bagi anak-anak.
"Di samping melihat bangunan sekolah, kami juga meminta untuk menginventarisir guru, siswa, dan tenaga pendidik lainnya yang terdampak akibat gempa," kata Lalu di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu.
Baca juga: Mendagri inspeksi penanganan dan pemulihan pascagempa di Ende
Menurut dia, pemerintah pusat dan pemerintah daerah setempat perlu memastikan kegiatan pembelajaran anak-anak. Dia pun menyarankan harus ada sekolah darurat untuk menampung siswa-siswi di NTT yang sekolahnya terdampak gempa.
Untuk itu, dia mengatakan jumlah sekolah daruratnya pun perlu menyesuaikan dengan kebutuhan. Namun, dia juga meminta pemerintah menginventarisir jika ada bangunan-bangunan sekolah yang masih bisa digunakan.
"Tetapi lagi-lagi bahwa kami menyarankan agar belajar di sekolah darurat terlebih dahulu. Apakah nanti disiapkan berupa tenda, atau ditempatkan di sekolah yang memang tidak terdampak oleh gempa," katanya.
Baca juga: Plan Indonesia: Pemulihan pendidikan jadi prioritas pasca gempa NTT
Dia pun memastikan bahwa DPR RI telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Bencana yang langsung dipimpin oleh pimpinan DPR. Satgas itu, kata dia, sudah meninjau langsung ke lokasi bencana dan telah menyalurkan bantuan.
Pemerintah juga, kata dia, melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sudah turun untuk langsung bergerak memberikan bantuan yang dibutuhkan pasca gempa tersebut.
Baca juga: Kemendikdasmen kirim 50 tenda darurat untuk sekolah terdampak gempa
Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.