DPRD Gorontalo Utara dorong desa jadi penyuplai sayur kebutuhan MBG - ANTARA News Gorontalo

Gorontalo (ANTARA) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo Fitri Yusup Husain mendorong desa-desa di daerah itu, untuk menjadi penyuplai sayur dalam memenuhi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Kebutuhan sayur di setiap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) cukup tinggi setiap pekan," kata Fitri di Gorontalo Utara, Jumat.

Oleh karena itu, kata anggota Komisi II DPRD ini, agar perputaran ekonomi dapat berjalan, pihaknya mendorong desa-desa untuk memproduksi sayur.

Ia mengusulkan dengan menerapkan pola tanam tematik sebagai langkah strategis yang tepat dilakukan.

Fitri mengatakan setiap pekan, di satu SPPG saja, memerlukan minimal tiga ribu ikat sayur kangkung hanya untuk kebutuhan satu hari saja.

Ini merupakan peluang ekonomi, apalagi sayur kangkung jenis darat, sangat potensial dibudidayakan di daerah ini dan harganya pun lebih tinggi dibanding kangkung jenis air.

Termasuk sayur bayam, kacang panjang dan timun, juga menjadi sayuran primadona yang banyak diburu dapur SPPG.

Sayang sekali, kata Fitri, jika kebutuhan sayuran tersebut harus disuplai dari luar daerah, padahal potensi memproduksi sayuran di tingkat lokal sangat tinggi.

"DPRD mendorong masyarakat di desa-desa untuk memanfaatkan peluang ekonomi ini," katanya pula.

Ia memberi contoh dengan menerapkan pola menanam tematik yang dibahas bersama antara masyarakat dan pihak penyuplai dapur SPPG.

Misalnya di satu desa terdapat empat dusun, maka setiap dusun dapat bermusyawarah dan bersepakat untuk menanam sayur apa. 

Seperti dusun A menanam bayam, dusun B kangkung darat, dusun C tanam timun, serta dusun D tanam kacang panjang. 

Setiap dusun dapat fokus menanam satu jenis sayur, pola kemitraan ini kemudian dibangun bersama dengan pihak penyedia bahan baku di dapur SPPG, untuk dapat memenuhi kebutuhan secara bertahap.

Dengan begitu kata Fitri, seluruh SPPG di daerah tersebut akan mudah mendapat bahan baku sayur sebab tersedia di tingkat lokal.

"Kami mendorong aktivitas ini, sebagai peluang ekonomi produktif jangka panjang, apalagi kebutuhan sayur pasti menjadi konsumsi harian masyarakat lokal dengan permintaan yang cukup tinggi," katanya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Gorontalo Utara Ajuba Thalib mengatakan sejauh ini suplai sayuran untuk kebutuhan konsumsi lokal, diperoleh dari beberapa daerah tetangga.

Seperti dari wilayah Kabupaten Gorontalo, maupun dari wilayah Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara. 

Beberapa sayuran disuplai dari petani lokal namun ketersediaan stok masih terbatas, sehingga memerlukan pasokan dari daerah lain.

Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.