Kota Bandung (ANTARA) - Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat Tedy Rusmawan meminta pemerintah daerah menggencarkan sosialisasi layanan Bus Rapid Transit (BRT) guna mengubah kebiasaan masyarakat agar beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik.
Menurut Tedy, tingkat keterisian penumpang atau okupansi di enam koridor yang saat ini beroperasi masih perlu ditingkatkan kembali.
“Memang sudah sangat dibutuhkan BRT ini, tetapi persoalannya adalah kebiasaan atau habit masyarakat yang masih harus terus didorong,” kata Tedy kepada ANTARA di Bandung, Selasa.
Ia menjelaskan rata-rata okupansi BRT saat ini masih berada di kisaran 40 persen. Dari seluruh koridor yang beroperasi, rute Jatinangor–Dipatiukur menjadi yang tertinggi dengan tingkat keterisian mencapai sekitar 80 persen.
“Koridor yang paling tinggi tingkat keterisiannya adalah Jatinangor–Dipatiukur yang sudah mencapai sekitar 80 persen. Kemudian yang cukup baik berikutnya adalah Baleendah menuju BEC. Yang lainnya masih perlu dioptimalkan,” ujarnya.
Karena itu, Tedy menilai diperlukan upaya sosialisasi yang berkelanjutan untuk meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi publik, khususnya dari kalangan menengah atas yang masih bergantung pada kendaraan pribadi.
Selain itu, menurut dia, keterbatasan layanan pengumpan atau feeder juga menjadi tantangan dalam pengembangan sistem transportasi publik di Bandung Raya.
“Perlu penguatan jaringan feeder dan sosialisasi yang lebih baik,” katanya.
Tedy mencontohkan keberhasilan penggunaan transportasi publik di sejumlah kota besar tidak terlepas dari masifnya kampanye informasi kepada masyarakat mengenai manfaat dan kemudahan layanan yang tersedia.
Ia mendorong pemerintah menghadirkan publikasi yang lebih kreatif melalui berbagai platform, termasuk media sosial, dengan menampilkan testimoni pengguna serta informasi mengenai keunggulan layanan BRT.
“Harus ada publikasi yang rutin, konten media sosial yang menarik, testimoni pengguna, dan informasi mengenai keuntungan menggunakan BRT. Banyak masyarakat yang sebenarnya belum tahu keunggulan layanan ini,” katanya.
Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.