DPRD Kalsel terima pengunjuk rasa terkait karhutla dan kelangkaan BBM - ANTARA News Kalimantan Selatan

Banjarmasin (ANTARA) - DPRD Kalimantan Selatan menerima pengunjuk rasa yang mengatasnamakan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-provinsi setempat. Mereka berunjuk rasa terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kelangkaan BBM bersubsidi, Kamis. 

DPRD Kalsel yang menerima pengunjuk rasa tersebut yaitu Ketua H Supian HK, H Gusti Iskandar Sukma Alamsyah dan H Muhammad Syarifuddin atau yang akrab dengan sapaan Bang Dhin. 

Aksi Aliansi BEM se-Kalsel di "Rumah Banjar" (Gedung DPRD provinsi setempat) pada siang sesudah Shalat Dzuhur itu bertajuk "Kalsel Lumpuh" dan "Kalsel Darurat"

Mahasiswa memberikan waktu dua pekan ke depan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel untuk menangani karhutla dan kabut asap. Mereka meminta Gubernur Kalsel mengundurkan diri, jika persoalan tersebut belum terselesaikan dalam tenggat yang mereka berikan.

Mahasiswa juga menyampaikan keluhan mengenai pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah. Persoalan tersebut turut menjadi bagian dari aspirasi yang DPRD Kalsel terima. 

Supian HK menjelaskan Gubernur Kalsel tidak hadir dan hanya diwakilkan Tenaga Ahli Gubernur, karena pada waktu bersamaan menjalankan tugas menghadiri penutupan Jambore. 

"Pembagian tugas itu diperlukan agar agenda pemerintahan tetap berjalan, sementara DPRD hadir menerima aspirasi mahasiswa," ujar Supian HK.

Di sisi lain, Pemprov Kalsel belum dapat memastikan menuntaskan penanganan karhutla dan kabut asap dalam waktu dua pekan ke depan. Penanganan masih berlangsung di sejumlah wilayah yang terdampak.

Anggota DPRD Kalsel Gt. Iskandar, yang juga Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kalsel, mengatakan, timnya telah sekitar satu bulan turun ke sejumlah lokasi terdampak karhutla. 

Dari kegiatan tersebut, dia melihat kondisi alam yang kering dan panas turut meningkatkan risiko kebakaran. Namun, Iskandar juga menduga adanya indikasi pembakaran secara sengaja oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. 

Ketua DPRD Kalsel H Supian HK bersama anggotanya H Gt Iskandar dan HM Syaripuddin saat menerima/menemui peng unjukrasa Aliansi BEM se-provinsi tersebut di Banjarmasin, Kamis (20) 8/2026) sore. (ANTARA/HO Humas Setwan Kalsel)

Sementara belakangan ini kabut asap akibat karhutla semakin tambah parah dan berpotensi menimbulkan gangguan ISPA serta kelancaran transportasi seperti angkutan udara. 

Padahal beberapa waktu lalu, Pemprov Kalsel melakukan rekayasa cuaca, dan sempat beberapa kali hujan, namun tingkat panas atau kemarau cukup tinggi. 

Terakhir inisiasi Kepolisian Daerah (Polda) Kalsel melakukan Shalat Istisqa minta hujan di Lapangan Satbrimob di Banjarbaru, Kamis (19/8/2026), dan ikutserta Ketua DPRD provinsi setempat. 

Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Mahdani

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.