DPRD Kulon Progo dorong pelibatan warga dalam cegah banjir
Rabu, 9 September 2026 05:49 WIB
Anggota Komisi III DPRD Kulon Progo Pancar Topo Driyo. ANTARA/Sutarmi
Kulon Progo (ANTARA) - Anggota DPRD Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta Pancar Topo Driyo memprioritaskan pelibatan aktif masyarakat dalam pemeliharaan drainase guna mencegah risiko bencana banjir di wilayah tersebut.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kulon Progo tersebut menyatakan penanganan banjir tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik oleh pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi aktif warga sejak tahap perencanaan hingga pemeliharaan.
"Untuk menciptakan kesadaran masyarakat, kuncinya adalah membuat mereka memahami bahwa drainase merupakan kepentingan bersama, bukan sekadar proyek pemerintah. Masyarakat harus merasa memiliki," kata Pancar di Kulon Progo, Rabu.
Ia menegaskan efektivitas fungsi saluran drainase sangat bergantung pada perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarang seperti ke saluran air.
Guna membangun kepedulian warga, Pancar menyebutkan delapan langkah strategis untuk membangun kesadaran dan kepedulian warga, mulai dari sosialisasi di tingkat RT/RW dan kalurahan hingga pelaksanaan gotong royong membersihkan saluran secara rutin.
Langkah tersebut juga mencakup pembentukan kelompok masyarakat peduli drainase untuk pengawasan, pemasangan papan imbauan, pemberian contoh nyata saluran yang terawat, hingga penyediaan jalur koordinasi dan pelaporan drainase rusak.
Pancar menambahkan penanganan banjir yang optimal memerlukan perencanaan yang matang, dukungan anggaran yang berkelanjutan, serta penentuan lokasi prioritas yang tepat sasaran.
"Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan, risiko banjir dapat dikurangi. Lingkungan menjadi lebih tertata, lahan pertanian terlindungi, dan ketahanan pangan masyarakat dapat makin kuat," katanya.
Pewarta : Sutarmi
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026