Dynamic Balance Exercise untuk Kurangi Risiko Jatuh, Ternyata Diadaptasi dari Pencak Silat

Ringkasan

Dynamic Balance Exercise yang dimaksud dirancang dengan mengadaptasi gerakan dasar pencak silat. Gerakan bela diri tersebut tidak digunakan untuk mengajarkan lansia bertarung, melainkan diadaptasi menjadi latihan fisik yang menantang keseimbangan saat tubuh bergerak. Tujuannya berkaitan dengan kemampuan menjaga stabilitas, koordinasi, dan kontrol tubuh sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko jatuh.

Asian Falls Network mencatat program tersebut sebagai presentasi dari Indonesia oleh Dr. Susiana Nugraha dan Rosy Armelia, S.St.Physio., MM., pada 13 November 2024.

Dengan kata lain, jika pertanyaannya adalah “Dynamic Balance Exercise dalam modul tersebut mengadaptasi jurus dasar dari seni bela diri apa?”, jawabannya adalah pencak silat.

Apa itu Dynamic Balance Exercise?

Dynamic balance atau keseimbangan dinamis adalah kemampuan tubuh mempertahankan kontrol dan stabilitas ketika seseorang sedang bergerak atau ketika posisi tubuh berubah.

Konsep ini berbeda dengan keseimbangan statis. Berdiri tegak tanpa bergerak, misalnya, lebih banyak menguji keseimbangan statis. Sementara berjalan, melangkah ke samping, berbelok, meraih sesuatu, atau berpindah dari satu posisi ke posisi lain membutuhkan keseimbangan dinamis.

Perbedaan tersebut penting dalam konteks pencegahan jatuh.

Pedoman global pencegahan jatuh pada lansia merekomendasikan latihan yang menantang keseimbangan sekaligus melatih fungsi gerak. Contohnya adalah sit-to-stand, squat, meraih benda sambil berdiri, mempersempit tumpuan, serta melangkah dan berjalan ke berbagai arah.

Artinya, latihan yang efektif bukan sekadar membuat seseorang mampu berdiri lebih lama. Latihan juga perlu mendekati gerakan yang benar-benar dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Taman Cerdas Anak Surawisesa Dipakai Senam Ibu-Ibu, Warga Soroti Fungsi Ruang Bermain Anak

Baca Juga: Rosan-Erick Thohir Dorong Industri Olahraga Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Mengapa pencak silat dipilih sebagai dasar latihan?

Di sinilah adaptasi pencak silat menjadi menarik.

Pencak silat memiliki pola gerakan yang melibatkan perubahan posisi, perpindahan berat badan, langkah, koordinasi anggota tubuh, dan pengendalian postur. Elemen-elemen tersebut secara konsep memiliki hubungan dengan kemampuan mempertahankan keseimbangan ketika bergerak.

Namun, ada satu hal yang perlu diluruskan.

Dynamic Balance Exercise bukan berarti lansia diminta melakukan latihan pencak silat seperti atlet.

Gerakan bela diri dapat dimodifikasi berdasarkan kemampuan fisik peserta. Fokusnya bukan pada kecepatan menyerang lawan, teknik pertandingan, atau kontak fisik, tetapi pada aspek gerak yang dapat digunakan untuk melatih kontrol tubuh.

Asian Falls Network sendiri secara spesifik mencatat program tersebut sebagai Dynamic Balance Exercise Adapted from Pencak Silat for Fall Prevention in Community-Dwelling Older Adults.

Menariknya, penelitian lain juga memperlihatkan bahwa unsur keseimbangan memang memiliki kaitan kuat dengan performa pencak silat. Studi pada atlet pencak silat, misalnya, menggunakan pengukuran keseimbangan dinamis untuk menilai kemampuan fisik pesilat.

Ini memberikan konteks biomekanis: pencak silat sendiri membutuhkan kemampuan mengontrol tubuh ketika posisi berubah. Kemampuan tersebut kemudian dapat menjadi inspirasi untuk latihan dengan tujuan kesehatan yang berbeda.

Apakah latihan keseimbangan benar-benar dapat mengurangi risiko jatuh?

Untuk pertanyaan ini, jawabannya ya, tetapi harus dibaca dalam konteks bukti ilmiah yang tersedia.

Bukti yang lebih kuat sebenarnya bukan berasal dari pencak silat secara khusus, melainkan dari penelitian mengenai latihan fisik untuk pencegahan jatuh pada lansia.

Sebuah tinjauan sistematis Cochrane yang mencakup 12.981 peserta dari 59 penelitian menemukan bahwa olahraga secara keseluruhan menurunkan angka kejadian jatuh sekitar 23 persen dibandingkan kelompok kontrol. Untuk latihan yang terutama terdiri dari keseimbangan dan latihan fungsional, penurunan angka jatuh mencapai sekitar 24 persen.

Tinjauan tersebut juga menemukan bahwa program yang menggabungkan beberapa jenis latihan, terutama latihan keseimbangan dan fungsional dengan latihan kekuatan, kemungkinan menurunkan angka jatuh sekitar 34 persen.

Data tersebut penting karena menunjukkan bahwa latihan keseimbangan memang memiliki dasar bukti untuk pencegahan jatuh.

Tetapi angka 24 persen tersebut tidak boleh ditulis sebagai “Dynamic Balance Exercise berbasis pencak silat terbukti menurunkan jatuh 24 persen.”

Mengapa?

Karena penelitian Cochrane tersebut menggabungkan berbagai bentuk latihan keseimbangan dan fungsional. Itu bukan penelitian khusus mengenai protokol pencak silat yang dipresentasikan Asian Falls Network.

Lalu, apa bukti yang secara khusus berkaitan dengan pencak silat?

Bukti yang lebih spesifik mulai muncul.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Thammasat University Hospital Journal pada 2025 menguji program latihan Modified Pencak Silat terhadap lansia yang tinggal di komunitas. Penelitian tersebut merupakan uji terkontrol acak dengan 70 peserta, yang dibagi menjadi dua kelompok masing-masing 35 orang. Program berlangsung selama 12 minggu.

Peneliti membandingkan latihan pencak silat yang telah dimodifikasi dengan latihan umum. Mereka menilai beberapa aspek, termasuk kekuatan otot, fleksibilitas, daya tahan, keseimbangan, serta risiko jatuh menggunakan sejumlah instrumen penilaian fisik.

Hasilnya menunjukkan bahwa setelah 12 minggu, kelompok yang menjalani latihan Modified Pencak Silat mengalami peningkatan signifikan pada kekuatan otot, fleksibilitas, daya tahan dan keseimbangan, disertai penurunan risiko jatuh dibandingkan kelompok latihan umum. Peneliti melaporkan signifikansi statistik pada level p<0,001.

Ini merupakan temuan yang relevan karena memberikan bukti langsung yang lebih dekat dengan pertanyaan mengenai pencak silat dan lansia.

Namun, tetap ada batasannya. Penelitian tersebut dilakukan pada komunitas Melayu di Thailand, bukan populasi lansia Indonesia secara nasional. Selain itu, program yang diuji adalah Modified Pencak Silat, sehingga hasilnya tidak otomatis identik dengan setiap Dynamic Balance Exercise yang menggunakan adaptasi pencak silat.

Apa yang biasanya terjadi dalam situasi sehari-hari?

Bayangkan seorang lansia sedang berjalan dari ruang tamu menuju dapur.

Awalnya ia hanya berjalan lurus. Kemudian ia harus menghindari kursi, berbelok ke kiri, mengambil gelas dari meja, lalu berbalik menuju ruang tamu.

Tidak ada satu pun gerakan tersebut yang terlihat seperti “latihan olahraga” bagi orang biasa.

Namun, tubuh sebenarnya terus melakukan penyesuaian.

Berat badan berpindah dari satu kaki ke kaki lain. Posisi badan berubah. Arah gerakan berganti. Mata dan otak memproses lingkungan, sementara otot kaki dan batang tubuh menjaga agar tubuh tidak kehilangan stabilitas.

Inilah alasan keseimbangan dinamis lebih relevan daripada sekadar kemampuan berdiri diam.

Pedoman global pencegahan jatuh juga menekankan latihan seperti melangkah ke berbagai arah, mengubah kecepatan berjalan, serta melakukan gerakan yang menyerupai tugas sehari-hari. Latihan seharusnya cukup menantang untuk meningkatkan kemampuan fisik, tetapi tetap aman dan sesuai kemampuan individu.

Apa kesalahan yang sering dilakukan saat latihan keseimbangan?

Salah satu kesalahan adalah menganggap semakin sulit gerakannya, semakin bagus latihannya.

Padahal, latihan keseimbangan harus disesuaikan dengan kemampuan orang yang melakukannya.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Jangan langsung melakukan gerakan sulit tanpa adaptasi.

  • Gunakan pegangan atau dukungan bila diperlukan.

  • Tingkatkan tantangan secara bertahap.

  • Jangan berlatih sendirian jika seseorang memiliki risiko jatuh tinggi.

  • Hentikan latihan jika muncul nyeri, pusing, atau keluhan tidak biasa.

  • Untuk lansia dengan keterbatasan mobilitas atau riwayat jatuh, latihan sebaiknya disesuaikan oleh tenaga profesional.

Pedoman global bahkan merekomendasikan program latihan yang individual, progresif, dan dilakukan setidaknya tiga kali seminggu selama minimal 12 minggu untuk pencegahan jatuh pada lansia yang tinggal di komunitas.

Mengapa pencak silat menjadi menarik untuk pencegahan jatuh?

Ada paradoks menarik di sini.

Pencak silat biasanya dikenal sebagai seni bela diri. Gerakannya identik dengan pertahanan, serangan, langkah, dan perubahan posisi.

Tetapi ketika elemen tertentu dari gerak tersebut dipindahkan ke konteks fisioterapi atau latihan fisik, tujuan utamanya dapat berubah.

Yang dipertahankan adalah prinsip geraknya, bukan fungsi pertarungannya.

Pendekatan tersebut juga bukan sepenuhnya baru di lingkungan masyarakat Melayu. Penelitian mengenai penggunaan gerakan pencak silat untuk latihan lansia di Thailand menemukan bahwa kelompok lansia melihat manfaat pada kekuatan fisik dan keseimbangan. Penelitian itu juga menemukan kebutuhan akan pendampingan dan dukungan agar latihan dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Bahkan penelitian 2025 terhadap 70 lansia menunjukkan hasil yang lebih objektif mengenai peningkatan keseimbangan dan penurunan risiko jatuh setelah program Modified Pencak Silat selama 12 minggu.

Namun, penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk menentukan protokol terbaik, dosis latihan, keamanan, serta efektivitasnya pada populasi yang lebih beragam.

Mengapa informasi ini penting bagi keluarga di Indonesia?

Jatuh bukan persoalan kecil pada usia lanjut.

Menurut WHO, sekitar 684.000 orang meninggal akibat jatuh setiap tahun di seluruh dunia, dan lebih dari 80 persen kematian tersebut terjadi di negara berpendapatan rendah dan menengah. Orang berusia lebih dari 60 tahun merupakan kelompok dengan risiko kematian akibat jatuh paling tinggi.

CDC juga melaporkan pada 2026 bahwa lebih dari satu dari empat orang berusia 65 tahun ke atas mengalami jatuh setiap tahun di Amerika Serikat. Sekali jatuh, risiko mengalami jatuh kembali juga meningkat.

Karena itu, pencegahan jatuh tidak seharusnya hanya mengandalkan olahraga.

Kondisi rumah juga perlu diperhatikan, seperti pencahayaan, lantai licin, posisi furnitur, alas kaki, hingga akses ke kamar mandi. WHO dan pedoman global juga menempatkan latihan keseimbangan bersama intervensi lain sebagai bagian dari pendekatan pencegahan jatuh.

Kesimpulan: Dynamic Balance Exercise diadaptasi dari pencak silat

Jadi, Dynamic Balance Exercise yang dimaksud dalam modul tersebut dirancang dengan mengadaptasi gerakan dasar pencak silat. Hal ini secara eksplisit tercantum dalam agenda Asian Falls Network yang memuat presentasi dari Indonesia mengenai latihan tersebut untuk pencegahan jatuh pada lansia yang tinggal di komunitas.

Bukti ilmiah mengenai latihan keseimbangan secara umum sudah cukup kuat untuk mendukung perannya dalam mengurangi kejadian jatuh. Sementara itu, penelitian yang secara spesifik menggunakan Modified Pencak Silat pada lansia juga menunjukkan hasil positif terhadap keseimbangan dan risiko jatuh.

Tetapi ada satu garis penting yang tidak boleh dilewati: hasil penelitian pada jenis latihan lain tidak boleh dianggap sebagai bukti langsung untuk pencak silat.

Pada akhirnya, yang menarik bukan sekadar fakta bahwa latihan ini berasal dari seni bela diri Indonesia. Yang lebih penting adalah bagaimana gerakan tersebut dapat diadaptasi menjadi latihan yang aman, terukur, progresif, dan sesuai kemampuan lansia.

Baca Juga: Yoga Bantu Pemulihan Stroke: Dari Keseimbangan hingga Kesehatan Mental

Baca Juga: Pilates di Atas Yacht Buka Cara Baru Menikmati Waterfront PIK2

FAQ

Dynamic Balance Exercise diadaptasi dari bela diri apa?

Dynamic Balance Exercise yang dimaksud dalam modul tersebut diadaptasi dari gerakan dasar pencak silat. Asian Falls Network mencatat presentasi mengenai program tersebut dengan judul Dynamic Balance Exercise Adapted from Pencak Silat for Fall Prevention in Community-Dwelling Older Adults pada November 2024.

Apa hubungan pencak silat dengan latihan keseimbangan?

Pencak silat memiliki gerakan yang melibatkan perubahan posisi, perpindahan berat badan, langkah dan kontrol tubuh. Elemen tersebut dapat diadaptasi menjadi latihan keseimbangan, meskipun latihan untuk lansia tidak sama dengan latihan pencak silat untuk pertandingan.

Apakah Dynamic Balance Exercise dapat mengurangi risiko jatuh?

Bukti penelitian secara umum menunjukkan bahwa latihan keseimbangan dan fungsional dapat mengurangi angka kejadian jatuh pada lansia. Tinjauan Cochrane menemukan penurunan sekitar 24 persen pada latihan yang terutama terdiri dari latihan keseimbangan dan fungsional.

Apakah latihan pencak silat aman untuk lansia?

Latihan pencak silat untuk lansia harus dimodifikasi berdasarkan kemampuan fisik dan dilakukan dengan memperhatikan keamanan. Penelitian mengenai Modified Pencak Silat pada lansia menunjukkan hasil positif, tetapi bentuk latihan tersebut berbeda dari pencak silat kompetitif.

Apa perbedaan keseimbangan statis dan dinamis?

Keseimbangan statis berkaitan dengan kemampuan mempertahankan posisi tubuh ketika relatif diam, sedangkan keseimbangan dinamis berkaitan dengan kemampuan menjaga stabilitas saat bergerak atau mengubah posisi. Keduanya penting, tetapi aktivitas sehari-hari banyak membutuhkan keseimbangan dinamis.

Apakah semua lansia boleh melakukan latihan keseimbangan?

Tidak semua lansia memiliki kemampuan fisik yang sama. Lansia dengan riwayat jatuh, gangguan keseimbangan berat, keterbatasan mobilitas, atau kondisi medis tertentu sebaiknya memperoleh penilaian dan arahan tenaga kesehatan sebelum melakukan latihan yang menantang keseimbangan.

Apa latihan yang direkomendasikan untuk mencegah jatuh?

Pedoman global merekomendasikan latihan yang menantang keseimbangan sekaligus melatih fungsi, seperti sit-to-stand, squat, latihan melangkah dan berjalan ke berbagai arah. Program sebaiknya dibuat individual, progresif, aman, dan dilakukan secara rutin.