East Ventures dan Temasek Siapkan Rp 15 Miliar, Pakai AI untuk Seleksi Startup - Startup Katadata.co.id

East Ventures bersama Temasek Foundation menyiapkan total hadiah Rp 15 miliar dalam Climate Impact Innovations Challenge (CIIC) 2026. Dalam proses seleksi peserta, East Ventures memanfaatkan kecerdasan buatan atau AI untuk membantu dalam menyaring ratusan startup yang mengikuti kompetisi tersebut.

Partner East Ventures Avina Sugiarto mengatakan, penggunaan AI dalam proses seleksi telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, AI hanya digunakan sebagai alat bantu dan keputusan akhir tetap melalui proses evaluasi lebih lanjut.

“Beberapa tahun terakhir kita pakai AI juga untuk seleksinya, tapi pastinya ada perkiraannya,” kata Avina dalam diskusi Investing in Sustainable Leaders: Mobilizing Capital for Indonesia's Future di Katadata SAFE 2026 di Jakarta, Rabu (16/9).

Menurut Avina, penggunaan AI menjadi bagian dari upaya menangani jumlah startup yang harus diseleksi. Dikutip dari siaran pers pada Agustus, ada lebih dari 850 pendaftar CIIC 2026 dari sekitar 60 negara. Dari jumlah itu, sembilan startup terpilih sebagai finalis untuk melaju ke tahap berikutnya.

CIIC 2026 merupakan penyelenggaraan keempat kompetisi inovasi teknologi iklim yang dihadirkan oleh East Ventures, Temasek Foundation, dan Tencent. East Ventures dan Temasek Foundation pertama kali meluncurkan CIIC pada Maret 2023.

Pada 2026, total hadiah CIIC meningkat menjadi Rp 15 miliar, naik Rp 5 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Dana ini ditujukan untuk mendukung uji coba dan pengembangan solusi iklim inovatif di Indonesia. 

Selain hadiah utama, finalis terpilih berkesempatan memperoleh penghargaan khusus berupa kredit karbon pra-pembelian senilai hingga US$ 1 juta. Dukungan ini ditujukan untuk membantu pengembangan dan penerapan solusi iklim.

Governance Jadi Perhatian East Ventures

Avina mengatakan penggunaan AI tidak menggantikan proses evaluasi yang dilakukan East Ventures. Dalam menentukan startup yang berpotensi mendapatkan pendanaan, investor tetap menilai sejumlah aspek perusahaan.

“Untuk semua investasi yang kami lakukan, itu juga ada penilaian ESG-nya. Jadi ada environment, social, and governance. Terutama di bidang governance pastinya, bahkan untuk startup yang di tahap awal, kami pastikan itu nomor satu,” ujar Avina.

Selain aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola atau ESG, East Ventures mempertimbangkan model bisnis, kemampuan eksekusi pendiri, serta ide yang ditawarkan startup. Menurut Avina, tidak semua ide bisnis sudah siap memperoleh pendanaan pre-seed.

Oleh karena itu, CIIC dirancang untuk membantu startup climate tech mengembangkan inovasinya sebelum memasuki tahap pendanaan berikutnya.

Dana yang diberikan melalui CIIC bukan merupakan investasi berbasis ekuitas, melainkan dana hibah. Dana ini digunakan untuk mengimplementasikan proyek bersama mitra di Indonesia. 

“Yang kami tawarkan memang bukan hanya dananya. Dan dana Rp 15 miliar itu dana hibah, bukan pendanaan ekuitas,” kata Avina.

Selain pendanaan, para finalis memperoleh mentorship dari mitra industri dan investor. Pendampingan ini mencakup pengembangan kemitraan strategis, strategi masuk pasar dan komersialisasi, serta peningkatan kemampuan presentasi.

Avina mengatakan dana hibah pada tahap awal diharapkan menjadi katalis agar startup dapat mengembangkan inovasinya dan memperoleh pendanaan lanjutan.

“Yang kami harapkan dana hibah ini adalah katalis untuk percobaan di awal, untuk memberi peluang supaya inovasi tersebut bisa berkembang dan perusahaan tersebut bisa maju ke tahap selanjutnya,” ujarnya.

Setelah tahap tersebut, startup diharapkan dapat mengakses modal ventura lanjutan, modal pertumbuhan, pembiayaan perbankan hingga pembiayaan proyek. 

Tiga Fokus Climate Tech

CIIC 2026 memiliki tiga trek kompetisi, yakni Transisi Energi, Solusi Pangan & Alam, serta Ekonomi Sirkular. 

Berdasarkan data East Ventures, Ekonomi Sirkular menjadi kategori dengan pendaftar terbanyak, yakni 38,2% dari total pendaftar. Berikutnya Solusi Pangan & Alam sebesar 34,3% dan Transisi Energi 27,5%. Indonesia mencatat jumlah pendaftar terbanyak, disusul India, Singapura, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.

Sembilan finalis CIIC 2026 selanjutnya mengikuti tahap pendampingan sebelum menyampaikan presentasi final dalam Grand Finale yang dijadwalkan berlangsung pada 6 Oktober 2026 di Jakarta, sebagai bagian dari rangkaian Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2026.

Dengan demikian, CIIC 2026 tidak hanya menawarkan hibah bagi startup climate tech, tetapi juga menjadi bagian dari upaya East Ventures dan Temasek Foundation untuk membantu inovasi iklim berkembang dari tahap awal menuju penerapan dan pendanaan lanjutan.