Sangatta, Kaltim (ANTARA) - Rasio elektrifikasi di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur naik menjadi 90,78 persen berkat kolaborasi dengan banyak pihak mulai dari pemerintah, swasta, pemerintah desa, hingga gotong-royong masyarakat dalam memperlancar pemasangan kabel listrik.
"Penarikan jaringan kabel hingga ke pedalaman Muara Bengkal, kami dibantu penyediaan alat berat dari pemda dan swasta, serta gotong-royong masyarakat dalam pemangkasan pohon di sepanjang jalur jaringan agar pasokan listrik stabil," ujar Kepala PLN UP3 Bontang Sri Wahyuningsih di Kutim, Jumat.
Berkat kolaborasi ini, terjadi lompatan signifikan dalam peningkatan rasio elektrifikasi, yakni data sebelumnya berada di angka 81,56 persen, capaian elektrifikasi naik menjadi 90,78 persen pada 2025 seiring masuknya jaringan listrik baru di 15 desa.
Sedangkan untuk 2026, lanjutnya, terdapat 31 lokasi yang menjadi sasaran penuntasan pembangunan jaringan baru PLN. Jika 31 titik ini berhasil dialiri listrik, rasio elektrifikasi di Kutim akan melonjak drastis menjadi 97,87 persen.
Dari jumlah itu, pada tahun ini sudah ada beberapa titik di dua desa yang mendapat layanan listrik 24 jam, yakni Desa Senambah dan Desa Mulupan di Kecamatan Muara Bengkal, berkat akselerasi Program Listrik Desa (Lisdes).
Peresmian pemanfaatan listrik 24 jam di dua desa tersebut dilakukan pada Rabu (29/7) di Desa Senambah, bertepatan dengan peringatan hari jadi ke-76 desa tersebut.
Dalam peresmian itu, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menegaskan pihaknya terus mengawal sinergi dengan PLN agar kawasan perdesaan dan terpencil mendapat prioritas penuh layanan listrik.
“Di Kecamatan Muara Bengkal, alhamdulillah sekarang seluruh desa sudah terelektrifikasi 100 persen. Ini berarti hanya tersisa tiga desa pada kecamatan lain di Kutim yang belum teraliri listrik PLN, yaitu Desa Sandaran, Tanjung Mangkalihat dan Pulau Miang,” katanya.
Ia menargetkan tiga desa tersebut dapat tuntas secara menyeluruh dialiri listrik pada 2027 agar masyarakat bisa memanfaatkan energi tersebut untuk berbagai kegiatan baik ekonomi, sosial kemasyarakatan dan lainnya.
Pewarta: M.Ghofar
Editor : Helti Marini S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.