Estetika medis Shanghai mulai dilirik, tawarkan perawatan natural

Jakarta (ANTARA) - Masyarakat Indonesia mulai melirik Shanghai, China, sebagai alternatif destinasi untuk menjalani prosedur estetika medis seiring berkembangnya teknologi layanan kesehatan serta pendekatan perawatan yang dinilai lebih natural, kata Founder PT Aethedina Aesthetika Abadi Dina.

"Kami melihat minat masyarakat Indonesia untuk berkonsultasi mengenai aesthetic treatment di Shanghai terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kehadiran kami memberikan alternatif bagi masyarakat Indonesia yang mencari layanan medical aesthetics di Shanghai dengan pendampingan yang aman, profesional, dan terpercaya," ujar Dina dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, tren tersebut didorong oleh semakin dikenalnya kualitas layanan medical aesthetics di China serta berkembangnya informasi mengenai layanan tersebut melalui media sosial dan berbagai platform digital.

Baca juga: Risiko dan manfaat operasi hidung

Dina mengatakan prosedur yang paling banyak diminati pasien Indonesia meliputi operasi kelopak mata (eyelid surgery), operasi hidung (rhinoplasty), facial contouring, perawatan anti-penuaan (anti-aging treatment), skin rejuvenation treatment, serta body contouring dan tummy tuck.

Ia menyebut mayoritas pasien Indonesia menginginkan hasil perawatan yang natural dan proporsional sehingga tetap mempertahankan karakter wajah Asia tanpa terlihat berlebihan.

Menurut Dina, Shanghai menawarkan sejumlah keunggulan yang mulai menarik perhatian pasien internasional, antara lain teknologi medis yang terus berkembang, dokter spesialis dengan pengalaman menangani beragam kasus, serta pendekatan estetika yang lebih personal sesuai karakter wajah pasien.

Selain itu, lanjut dia, sejumlah prosedur di Shanghai juga menawarkan biaya yang kompetitif dibandingkan beberapa destinasi layanan estetika medis lainnya, didukung fasilitas rumah sakit modern, layanan yang semakin ramah bagi pasien internasional, serta integrasi konsultasi, tindakan medis, hingga pendampingan pascaperawatan.

"Setiap destinasi memiliki keunggulan masing-masing. Kehadiran kami justru memberikan alternatif bagi masyarakat Indonesia yang mencari layanan medical aesthetics di Shanghai dengan pendampingan yang aman, profesional, dan terpercaya," kata Dina.

Ia menambahkan Pemerintah Kota Shanghai juga terus mendorong pengembangan sektor medical tourism. Pada 2024, sebanyak 13 rumah sakit yang mengikuti program medical tourism di kota tersebut mencatat peningkatan sekitar 15 persen pasien internasional dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam kesempatan yang sama, PT Aethedina Aesthetika Abadi mengumumkan kerja sama dengan Shanghai Annuomei Medical Beauty Co., Ltd. untuk menyediakan layanan konsultasi dan pendampingan bagi masyarakat Indonesia yang ingin menjalani prosedur estetika medis di Shanghai.

Melalui kerja sama tersebut, perusahaan akan memberikan layanan mulai dari konsultasi awal di Indonesia, koordinasi tindakan medis, pendampingan selama proses perawatan di Shanghai, hingga pendampingan setelah pasien kembali ke Indonesia.

Menurut perusahaan, layanan tersebut ditujukan untuk membantu pasien memperoleh informasi yang lebih komprehensif sebelum memutuskan menjalani tindakan estetika medis di luar negeri.

Baca juga: Seskab: Layanan medis-estetika NSWAC Bali tak kalah dengan luar negeri

Baca juga: Kemenparekraf gelar Pekan Kesehatan 2024 dorong medical tourism

Baca juga: Berminat operasi hidung? Ini syaratnya

Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.