Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengenang sosok Guruh Soekarnoputra tidak hanya sebagai maestro seni dan budaya Indonesia tapi juga sebagai sosok pecinta literasi.
Melalui relasi yang dibangun di antara keduanya lebih dari satu dekade, Fadli melihat Guruh sangat mencintai ilmu terlebih melalui medium buku.
"Sejak belasan tahun yang lalu, saya sering berdiskusi, berdialog tentang seni dan budaya, sekaligus beliau ini juga pencinta buku, pencinta literasi, mempunyai perpustakaan yang cukup lengkap," kata Fadli Zon dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Minggu.
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada Sabtu (26/9) pagi pukul 04.16 WIB di usia 73 tahun. Ia merupakan putra bungsu dari Presiden Pertama RI Soekarno dengan Fatmawati dan merupakan saudara dari Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri.
Guruh bukan sekadar pewaris nama besar trah Soekarno. Ia membuktikan dirinya sebagai seorang maestro yang mampu keluar dari bayang-bayang besar sejarah keluarganya.
Hal tersebut juga diakui oleh Fadli Zon yang mengatakan Guruh merupakan seniman lihai di berbagai bidang dan sangat mendedikasikan hidupnya untuk kebudayaan nasional.
Sebagai orang yang sangat mencintai kebudayaan, Guruh sering berdiskusi dan bertukar pikiran dengan Fadli Zon untuk membahas pemajuan budaya Indonesia termasuk dalam beberapa bulan terakhir.
"Sekitar 2-3 bulan lalu, saya juga mendapatkan kunjungan kehormatan dari Mas Guruh yang datang ke kantor, kita berdiskusi tentang budaya, kemajuan kebudayaan, dan juga bertukar pikiran terkait memajukan
kebudayaan nasional Indonesia," kata Fadli.
Pusara almarhum Guruh Soekarnoputra ditempatkan di Blad 07 Blok AAI Taman Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, dengan posisi yang bersisian tepat di samping makam M. Taufan Soekarnoputra, serta berada di area kompleks makam sang ibunda, Ibu Fatmawati.
Prosesi pemakaman sang maestro berlangsung khidmat, selain Menteri Kebudayaan Fadli Zon, pemakaman itu juga dihadiri oleh Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri beserta keluarga besar Soekarno; Menteri Agama, Nasaruddin Umar; Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung; Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno; Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto; Menteri Agama periode 2014–2019, Lukman Hakim Saifuddin, serta Menteri Hukum dan HAM periode 2014–2019, Yasonna Laoly.
Pewarta: Livia Kristianti
Uploader : Abdullah Rifai
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.