Selasa, 29 September 2026 - 22:06 WIB
VIVA – Jepang dikenal memiliki beragam kuliner tradisional yang telah diwariskan selama berabad-abad. Namun, tahukah Anda bahwa salah satu makanan yang masih populer hingga kini ternyata termasuk dalam jajaran makanan tertua di Negeri Sakura? Makanan ini bahkan telah menjadi bagian dari berbagai tradisi dan perayaan masyarakat Jepang, sebelum akhirnya berkembang menjadi camilan dengan beragam bentuk dan rasa yang dikenal hingga ke berbagai negara.
Baca Juga
Makanan itu adalah mochi yang merupakan salah satu makanan Jepang yang mudah dikenali berkat teksturnya yang kenyal dan bentuknya yang khas. Saat ini, mochi tidak hanya ditemukan sebagai makanan tradisional dalam berbagai perayaan di Jepang, tetapi juga berkembang menjadi camilan dengan beragam bentuk, isian, dan rasa yang dikenal di berbagai negara.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di balik popularitasnya, mochi memiliki sejarah panjang yang berkaitan erat dengan budaya pangan masyarakat Jepang. Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang atau Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries (MAFF) menyebut mochi sebagai salah satu bentuk makanan olahan tertua di Jepang. Sejarah makanan berbahan beras sendiri telah berlangsung sejak zaman Jomon atau Yayoi, sementara bentuk kue beras yang mendekati mochi masa kini berkembang kemudian.
Baca Juga
Secara umum, mochi dibuat dari beras ketan atau mochigome yang dikukus, kemudian ditumbuk hingga menghasilkan adonan yang lengket dan elastis. Adonan tersebut selanjutnya dibentuk menjadi berbagai ukuran dan bentuk. Proses menumbuk beras inilah yang dikenal sebagai mochitsuki, sebuah tradisi yang hingga kini masih dilakukan dalam sejumlah perayaan di Jepang.
Mochi dan Tradisi Tahun Baru di Jepang
Baca Juga
Mochi memiliki hubungan yang kuat dengan perayaan Tahun Baru. Salah satu bentuk yang paling dikenal adalah kagami mochi, yaitu dua mochi berbentuk bulat yang ditumpuk dan biasanya dihiasi dengan buah jeruk daidai di bagian atasnya.
Menurut MAFF, tradisi menyajikan kagami mochi sebagai persembahan untuk Toshigami, atau dewa yang dipercaya datang saat Tahun Baru, diperkirakan mulai berkembang sejak zaman Muromachi. Bentuk bulat pada mochi tersebut juga memiliki makna simbolis, antara lain harapan untuk kehidupan yang harmonis dan panjang umur.
Halaman Selanjutnya
Selain sebagai persembahan, mochi juga menjadi bagian dari hidangan Tahun Baru. Salah satunya adalah ozoni, sup yang berisi mochi dan bahan-bahan lain. Hidangan tersebut dikonsumsi di berbagai wilayah Jepang, tetapi bahan, bentuk mochi, kuah, hingga cara penyajiannya dapat berbeda-beda menurut daerah dan keluarga.