Jakarta (ANTARA) - Ketua Komite Festival Film Indonesia (FFI) 2026 Ario Bayu menyampaikan bahwa dalam penyelenggaraan FFI tahun ini proses kurasi awal dibagi menjadi dua tahapan dengan menekankan nilai-nilai kepakaran.
“Kita memang bagi dua, dari proses awal satu sama proses awal dua. Nah harapan dari kami sih ini juga salah satu bentuk kepedulian kami atas ketajaman dan atas nilai-nilai kepakaran yang dibutuhkan oleh Festival Film Indonesia untuk Indonesia dan ekosistem film,” kata Ario kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.
Ario menjelaskan, tahap awal proses kurasi melibatkan tiga orang yang telah ditunjuk berdasarkan kriteria tertentu dan memiliki pengalaman lama di ekosistem perfilman yang bertugas membantu tim FFI 2026 mengkurasi longlist film.
Selanjutnya, masuk ke tahap awal seleksi dua, tim kurasi bekerja bersama dengan komite dan asosiasi profesi yang memiliki kepakaran pada kategori-kategori khusus.
“Tiga elemen itu yang kita gabungkan. Jadi, ini kita sudah dapat 15 shortlist dan nanti fase berikutnya baru masuk ke fase nominasi,” tutur Ario.
Ario mengatakan setelah menetapkan 15 film shortlist, FFI akan melanjutkan proses ke tahap nominasi dengan melibatkan Akademi Citra dan asosiasi profesi. Lima besar nominasi tersebut dijadwalkan diumumkan bulan depan akan dilakukan secara kuantitatif melalui voting yang melibatkan hampir 100 anggota Akademi Citra serta asosiasi profesi.
“Jadi ini kami sebut adalah proses kuantitatif di mana prosesnya itu lewat voting dan bersama asosiasi profesi. Jadi merekalah yang nanti memvoting film-film dari 15 ini yang mereka anggap itu menjadi kuat dan pantas untuk masuk ke lima besar,” ujar Ario.
Sebelumnya, Komite Festival Film Indonesia (FFI) 2026 telah melakukan rapat penjurian Seleksi Awal Tahap 2 bersama Tim Seleksi Awal dan perwakilan 12 asosiasi profesi perfilman Indonesia, yaitu APROFI (Asosiasi Produser Film Indonesia), APFI (Asosiasi Perusahaan Film Indonesia), IFDC (Indonesian Film Directors Club), ICS (Indonesia Cinematographers Society).
Kemudian, PILAR (Penulis Indonesia untuk Layar Lebar ), INAFED (Indonesian Film Editors), ACI (Asosiasi Casting Indonesia), KAFEIN (Pengkaji Film Indonesia), KFT Indonesia (Persatuan Karyawan Film dan Televisi Indonesia), PAFINDO (Perkumpulan Artis Film Indonesia), PARFI (Persatuan Artis Film Indonesia), dan PARFI ‘56 (Persatuan Artis Film Indonesia 1956).
Daftar film cerita panjang terdiri atas 15 film yang terpilih berdasarkan masukan berbasis kepakaran dari perwakilan 12 asosiasi profesi perfilman meliputi film Abadi Nan Jaya, Badut Gendong, Dopamin, Ghost in the Cell, Ikatan Darah, Monster Pabrik Rambut, Na Willa, Nobody Loves Kay, Operasi Pesta Copet, Para Perasuk, Semua Akan Baik-Baik Saja, Senin Harga Naik, Surat Untuk Masa Mudaku, Tukar Takdir dan Tunggu Aku Sukses Nanti.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: FFI 2026 tekankan nilai kepakaran dalam proses kurasi film
Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.