FH UNS gandeng Damkar perkuat literasi digital
Jumat, 24 Juli 2026 08:52 WIB
Research Group Constitusionalism and Public Health Bagian Hukum Tata Negara (HTN) Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan kegiatan sosialisasi peningkatan literasi digital bagi personel pemadam kebakaran di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (23/7/2026). ANTARA/HO-UNS
Solo (ANTARA) - Research Group Constitusionalism and Public Health Bagian Hukum Tata Negara (HTN) Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan kegiatan sosialisasi peningkatan literasi digital bagi personel pemadam kebakaran sebagai upaya memperkuat kapasitas aparatur dalam menghadapi tantangan pelayanan publik di era digital.
Sekretaris UNS Surakarta sekaligus Ketua RG Constitusionalism and Public Health Prof. Dr. Agus Riwanto, S. Ag., S.H., M.Ag., M.H. mengatakan kegiatan sosialisasi ini merupakan wujud dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat dalam upaya mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030 dan berharap kolaborasi dengan Damkar Kota Semarang dan berkontribusi positif baik bagi pelayanan publik maupun bagi pengembangan SDM di lingkungan Damkar Kota Semarang.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Ir. Sih Rianung, S.T., M.T. dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan sosialisasi yang diinisiasi oleh Research GroupConstitusionalism and Public Health dan berharap kolaborasi serupa terus berlanjut dan dapat berdampak positif bagi pelayanan publik yang dilaksanakan oleh Damkar Kota Semarang.
Mengusung tema “Perisai Yudha Brama Jaya: Tangkas di Lapangan, Cerdas di Dunia Maya”, pemateri Dr. Adriana Grahani Firdaussy, S.H., M.H., mengungkapkan pentingnya kecakapan digital personel Damkar dalam mendukung efektivitas pelayanan publik.
Adriana menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi Damkar di era digital, mulai dari maraknya penyebaran hoaks kebencanaan, laporan palsu (prankcall), penyebaran video insiden secara ilegal, hingga ancaman serangan siber.
Di sisi lain, Dr. Adriana mengungkapkan perkembangan teknologi juga membuka peluang untuk meningkatkan kualitas pelayanan, memberikan edukasi kebakaran melalui media sosial, dan penguatan citra intitusimelalui media sosial.
Pada kegiatan ini, peserta dibekali pula pemahaman yang komprehensif dalam penggunaan teknologi digital yang mencakup empat pilar utama yaitu cakap digital, aman digital, budaya digital, dan etika digital. Keempat aspek tersebut diharapkan mampu membentuk aparatur yang profesional, bertanggung jawab, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.
Pada aspek cakap digital, peserta dibekali pengetahuan mengenai pemanfaatan teknologi untuk mempercepat respons kebencanaan, seperti penggunaan sistem informasi geografis (GIS), navigasi digital, verifikasi laporan melalui fitur berbagi lokasi, geotagging, hingga validasi data untuk meminimalkan laporan palsu.
Sementara itu, materi aman digital menekankan pentingnya perlindungan data pribadi, keamanan akun dinas, penggunaan autentikasi dua faktor (2FA), pengelolaan kata sandi yang kuat, kewaspadaan terhadap phishing, serta pengamanan perangkat yang digunakan selama bertugas di lapangan.
Langkah-langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keamanan informasi dan mendukung ketahanan sistem pelayanan publik.
Dalam pembahasan budaya digital, peserta didorong untuk membangun komunikasi yang inklusif, santun, dan edukatif melalui media sosial. Aparatur juga diharapkan mampu menghasilkan konten yang bermanfaat mengenai pencegahan kebakaran, penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), penanganan hewan berbahaya, hingga kampanye keselamatan publik sebagai bentuk pelayanan informasi kepada masyarakat.
Materi etika digital turut mengingatkan pentingnya menjaga privasi korban, tidak mengeksploitasi dokumentasi kejadian untuk kepentingan popularitas, serta mengedepankan komunikasi yang santun dalam merespons masyarakat. Selain itu, personel diimbau untuk tidak membagikan informasi operasional yang bersifat rahasia melalui media sosial.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Pelaksana Pengabdian Dr. Airlangga Surya Nagara, S.H., M.H., mengatakan kegiatan sosialisasi telah mendapat sambutan positif dari berbagai institusi mitra dan pihaknya terbuka untuk terus berkolaborasi dengan para stakeholder dalam rangka memberikan pendidikan literasi digital guna mendorong perwujudan SDGs 2030 dan melaksanakan Asta Cita Presiden.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.