Liputan6.com, Jakarta - Persib Bandung menatap final Piala Presiden 2026 melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kamis malam (6/8/2026). Tim besutan Igor Tolic menyiapkan komposisi terbaik, sementara pelatih asal Kroasia itu menaruh perhatian khusus pada ancaman bola mati Persebaya.
Menuju partai puncak, Persib hanya memiliki jeda 1 hari sehingga sesi persiapan difokuskan pada latihan ringan. Dengan waktu yang sangat terbatas, perubahan taktik besar dinilai tidak realistis untuk dilakukan.
Pemaparan tersebut disampaikan Igor Tolic saat ditemui di Hotel Aryaduta Bali Hotel, Kuta, Rabu sore (5/8/2026). Ia juga menekankan pentingnya kepemimpinan wasit serta harapan agar seluruh pemain tetap bugar hingga akhir turnamen.
Jeda Pendek dan Komposisi Tim Persib
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7731908/original/047041100_1780537346-igor_2.jpg)
Perbesar
Dengan persiapan singkat, Tolic memprediksi kedua tim tidak akan banyak mengubah pendekatan permainan. Ia menilai fokus utama berada pada pemulihan dan menjaga detail strategi yang sudah berjalan.
"Kita lihat saja nanti. Saya rasa Persebaya juga tidak akan banyak mengubah sesuatu karena kami sama-sama tidak memiliki waktu yang cukup untuk berlatih. Mereka juga masih fokus kepada para pemainnya," ujar pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, Rabu (5/8/2026).
Terkait pilihan susunan pemain, Tolic memastikan Persib akan tampil dengan kekuatan optimal demi menuntaskan misi di laga pamungkas.
"Kami akan menurunkan tim terbaik yang kami miliki dan para pemain akan memberikan kemampuan terbaik mereka. Mari kita lihat siapa yang akan menjadi pemenang." tambahnya.
Ia berharap tim terbaik yang akan memenangkan laga, dan wasit dapat memimpin pertandingan dengan baik.
"Selain itu seluruh pemain bisa tetap sehat dan turnamen ini bisa berakhir dengan baik," tegasnya.
Ancaman Persebaya: Low Block dan Bola Mati
Menatap final, Tolic menilai Persebaya bukan lawan mudah. Tim asuhan Bernardo Tavares kerap menerapkan skema low block yang solid dan agresif memanfaatkan momen transisi serta bola mati.
"Mereka menunggu lawan melakukan kesalahan. Begitu kami melakukan kesalahan, mereka pasti akan memberikan hukuman. Selain itu mereka juga berbahaya dalam situasi bola mati," tegasnya.
Menurutnya, efektivitas serangan Persebaya ditopang pertahanan yang rapat. Dari sisi pendekatan, ia melihat ada kemiripan karakter dengan Persib, meski tetap ada perbedaan di beberapa detail.
"Mereka mampu mencetak gol dan memiliki pertahanan yang solid. Sebenarnya gaya pertahanan mereka mirip dengan kami meskipun ada beberapa perbedaan," tambahnya.
Tolic juga menyoroti tren low block yang dominan di Piala Presiden 2026. Ia menyebut kondisi ini wajar mengingat kompetisi baru berjalan, sehingga tim-tim belum memiliki cukup waktu untuk membangun skema serangan dengan pressing tinggi.
"Mungkin kami bisa mengontrol tempo pertandingan. Saya rasa laga nanti akan berjalan cukup lambat dari kedua tim. Kita lihat saja bagaimana jalannya pertandingan," tutupnya.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
PR Terbesar Timnas Indonesia Jelang Hadapi Singapura