GAMKI Papua Tengah bekali pemuda dengan wawasan kebangsaan - ANTARA News Papua Tengah

Nabire (ANTARA) - Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Papua Tengah membekali pelajar dan mahasiswa dengan wawasan kebangsaan sebagai upaya menyiapkan generasi muda menjadi calon pemimpin masa depan.

Ketua DPD GAMKI Papua Tengah Anis Labene di Nabire, Rabu mengatakan pemuda memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi dalam pembangunan sekaligus menjaga kecintaan terhadap negara.

"Kami punya tanggung jawab untuk berkolaborasi, memberikan pemahaman tentang cinta kasih terhadap negara, tetapi juga mempersiapkan generasi ini untuk menjadi calon-calon pemimpin di masa yang akan datang," katanya.

Hal tersebut disampaikan dalam Seminar Wawasan Kebangsaan dan Lomba Menulis Esai yang digelar GAMKI Papua Tengah dan GAMKI Nabire dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ia mengatakan GAMKI terus membangun kolaborasi dengan organisasi kepemudaan di tingkat provinsi maupun kabupaten untuk bersama-sama menyiapkan generasi muda agar mampu berkiprah di tingkat lokal maupun nasional.

Menurut dia, pelajar dan mahasiswa merupakan calon pemimpin sehingga perlu memiliki pemahaman kebangsaan sekaligus ruang untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan diri.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire Dina Pidjer mengatakan wawasan kebangsaan tidak sekadar menghafal Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, atau nama-nama pahlawan, tetapi harus diwujudkan dalam sikap dan tindakan sehari-hari.

"Wawasan kebangsaan adalah bagaimana nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 hidup dalam sikap dan tindakan kita sehari-hari," ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan persaudaraan antargenerasi muda sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Dina juga mengingatkan generasi muda agar menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk membangun persatuan serta mempersiapkan diri menjadi generasi yang cerdas, nasionalis, kreatif, berdaya saing, dan berakhlak.

Ketua Tim Caretaker DPC GAMKI Nabire Yusuf Simbiak mengatakan seminar tersebut diikuti 100 peserta yang terdiri atas 70 pelajar dari tujuh sekolah dan 30 mahasiswa.

Selain seminar, GAMKI juga menggelar lomba menulis esai tingkat pelajar yang berlangsung pada 13-17 Agustus 2026. Sebanyak 24 pelajar mengikuti lomba dengan total hadiah Rp10 juta.

Yusuf mengatakan lomba tersebut juga menjadi upaya mendorong kembali budaya menulis di kalangan pelajar di tengah perkembangan teknologi digital.

Menurut dia, kemampuan menulis perlu terus dilatih karena masih ditemukan peserta yang mengandalkan salin-tempel dari internet sehingga belum mampu memenuhi kriteria penulisan esai.

Ia berharap Dinas Pendidikan dapat turut memberikan pelatihan menulis bagi pelajar agar kemampuan literasi dan kreativitas generasi muda di Kabupaten Nabire semakin berkembang.

Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.