Gawat, Di Sebuah Sekolah di Jakarta Selatan Tersimpan Rahasia Mengerikan

Bagikan:

JAKARTA - Di sebuah sudut Pondok Pinang, Kebayoran Lama, lorong-lorong sekolah yang biasanya bergema oleh gelak tawa siswa dan bentakan ramah para guru mendadak dihinggapi rasa cemas yang tak biasa. Tempat yang seharusnya menjadi benteng paling aman bagi anak-anak untuk mengejar cita-cita, tanpa disadari telah "menyimpan" rahasia kelam di balik salah satu pintunya yang terkunci rapat.

Semua bermula ketika pihak yayasan berniat memanfaatkan kembali sebuah ruangan tertutup demi memenuhi kebutuhan fasilitas para murid. Namun, alih-alih menemukan perlengkapan belajar atau arsip lama, pintu yang terbuka itu justru menyingkap tabir mengerikan.

Ruangan Terlarang di Balik Gelak Tawa Siswa

Hampir seribu pucuk senjata api—tepatnya 995 unit—beserta amunisi, magazina, hingga alat pembuat peluru menumpuk di sana. Tak berhenti sampai di situ, barang-barang yang sangat tak layak berada di lingkungan pendidikan seperti paket narkoba (ganja dan sabu) hingga puluhan keping VCD porno ikut tersimpan rapi.

"Kenapa di sekolah yang sangat kita hormati, dari jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA ini ada orang yang diam-diam melakukan kegiatan seperti itu di situ?" ujar Untung Sangaji, Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan, dengan nada getar kecewa sekaligus geram.

Bagi Untung dan pengurus yayasan lainnya, temuan senjata—meski sebagian merupakan airsoft gun berlaras polos yang berpotensi mematikan—bukan sekadar pelanggaran hukum biasa. Ini adalah ancaman nyata yang pernah membayangi keselamatan ratusan pasang kaki kecil yang setiap hari berlarian di koridor sekolah.

BACA JUGA:


Menuntut Keadilan dan Ruang Aman yang Terenggut

Rasa takut bahwa benda-benda berbahaya tersebut bisa menyakiti para siswa dan guru mendorong pihak yayasan melangkah tegas. Didampingi kuasa hukum Hermawanto, mereka mendatangi Mapolres Metro Jakarta Selatan untuk memastikan kasus ini diusut hingga tuntas tanpa ada yang ditutup-tutupi.

"Kami ingin perkara ini segera ditindaklanjuti secara serius. Senjata ini bisa disalahgunakan dan sangat berbahaya bagi siapapun, apalagi disimpan di tempat sekolah," tegas Hermawanto.

Polres Metro Jakarta Selatan sendiri telah bergerak menerbitkan Laporan Polisi Model A untuk mengusut siapa dalang di balik kepemilikan "gudang gelap" di dalam bangku sekolah tersebut.

Kini, riuh aktivitas belajar-mengajar di Pondok Pinang mungkin telah kembali berlanjut. Namun, peristiwa ini meninggalkan pesan mendalam bagi semua orang: bahwa ruang aman anak-anak adalah harga mati yang harus dijaga dari tangan-tangan tak bertanggung jawab.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+