Gempa Jepang, Puluhan Orang Terluka

Liputan6.com, Tokyo - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,8 mengguncang wilayah barat daya Jepang pada Selasa (28/7/2026), sore waktu setempat. Guncangan kuat itu memicu kebakaran di sekitar pusat gempa, merusak bangunan dan jalan raya, serta menyebabkan puluhan orang terluka, menurut laporan penyiar publik Jepang.

Dikutip dari New York Times, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan gempa terjadi sekitar pukul 16.27 waktu setempat di Prefektur Kumamoto, Pulau Kyushu, pulau paling selatan dari empat pulau utama Jepang.

Menurut pejabat setempat, kekuatan gempa menyebabkan bangunan-bangunan runtuh di berbagai wilayah, membuat sejumlah orang terjebak di dalam gedung. Kebakaran juga dilaporkan terjadi di Kota Kumamoto, ibu kota prefektur tersebut.

NHK melaporkan sedikitnya 50 orang menjalani perawatan akibat luka-luka di sebuah rumah sakit di Kota Hikawa yang berada di selatan Kumamoto.

Petugas pemadam kebakaran juga berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan sejumlah orang yang masih terjebak di dalam sebuah pusat perbelanjaan di kawasan selatan Kota Kumamoto setelah lantai dua bangunan tersebut ambruk. Sedikitnya dua orang dilaporkan mengalami luka-luka.

Rekaman udara memperlihatkan kerusakan parah pada bangunan pusat perbelanjaan tersebut.

Citra udara yang disiarkan NHK juga menunjukkan beberapa ruas jalan layang di Jalan Tol Kyushu patah menjadi dua bagian. Rekaman lainnya memperlihatkan sebagian tembok Kastel Kumamoto, salah satu ikon kota itu, mengalami keruntuhan.

Takaichi mengatakan pemerintah masih berupaya menilai tingkat kerusakan pada bangunan dan jembatan akibat gempa tersebut.

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyebut pusat gempa berada di dekat Kota Uto, wilayah pesisir yang berjarak sekitar 48 kilometer dari Kota Kumamoto di prefektur yang sama.

USGS sempat melaporkan kekuatan gempa sebesar magnitudo 7,1 sebelum kemudian merevisinya menjadi lebih rendah.