Gerakan Noken-Kapowen wajibkan pelajar Raja Ampat menabung - ANTARA News Papua Tengah

Manokwari (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, mewajibkan seluruh pelajar di daerah itu mengikuti Gerakan Noken-Kapowen sebagai upaya untuk membangun kebiasaan gemar menabung, sekaligus meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan sejak dini.

Bupati Raja Ampat Orideko I Burdam dalam keterangan tertulis yang diterima di Manokwari, Papua Barat, Jumat, mengatakan gerakan dimaksud membentuk generasi muda memiliki kecakapan mengelola keuangan dan mampu mempersiapkan masa depan secara mandiri. 

"Kebiasaan menabung sejak dini akan melahirkan generasi yang melek finansial, mandiri, dan mampu menyiapkan masa depan lebih baik,” katanya.

Menurut dia implementasi Gerakan Noken-Kapowen membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah dengan pihak sekolah, orang tua, pelajar, serta industri jasa keuangan agar kebiasaan menabung menjadi budaya bagi seluruh kalangan pelajar di Raja Ampat. 

Gerakan Noken-Kapowen merupakan program yang diinisiasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Raja Ampat untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan pelajar, sekaligus mempercepat implementasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).

"Gerakan Noken merupakan akronim dari 'no konsumtif giatkan gemar menabung', sedangkan Kapowen berarti 'kami siap dan optimis wujudkan kebangkitan ekonomi'," kata bupati.

Oleh karena itu, menurut dia, kerja sama Pemerintah Kabupaten Raja Ampat dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) perlu diperkuat untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong pembangunan ekonomi daerah.

"Kami juga telah menerbitkan surat edaran dan menetapkan Distrik Waisai sebagai wilayah percontohan Gerakan Noken-Kapowen," ujarnya.

Kepala OJK Papua Barat dan Papua Barat Daya Budi Rahman mengatakan Gerakan Noken-Kapowen menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat literasi dan inklusi keuangan melalui pendekatan kearifan lokal untuk merangsang pelajar rutin menabung.

Budaya menabung yang ditanamkan sejak dini berdampak positif terhadap pembentukan karakter generasi muda di wilayah Raja Ampat dalam membuat keputusan secara bijak dan bertanggung jawab terkait pengelolaan keuangan pada masa mendatang.

"Gerakan itu menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 8 Tahun 2022 tentang Akselerasi Implementasi Program KEJAR," ucap Budi.

OJK Papua Barat dan Papua Barat Daya juga memfasilitasi pembukaan rekening pelajar, menyalurkan bantuan seragam sekolah gratis, serta pengukuhan kepala sekolah sebagai duta literasi keuangan di masing-masing sekolah.

"Deklarasi yang dibacakan para pelajar menjadi komitmen untuk membangun kebiasaan menabung," kata Budi.

Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.