Gibran Ingatkan Kemajuan Teknologi Harus Berjalan Beriringan dengan Budaya Indonesia

Ayu Rachmaningtyas

| 16 Juli 2026, 19:33 WIB

Gibran Ingatkan Kemajuan Teknologi Harus Berjalan Beriringan dengan Budaya Indonesia

Wapres Gibran Rakabuming Raka bertemu pengurus Bela Budaya Nusantara di Taman Wisata Seni dan Budaya Randu Mas, Kabupaten Lampung Timur, Lampung.

AKURAT.CO Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, menegaskan perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) tidak boleh mengikis identitas bangsa. Kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan pelestarian budaya sebagai fondasi penguatan jati diri bangsa.

Menurutnya, transformasi digital merupakan perubahan yang tidak dapat dihindari sehingga harus direspons secara adaptif tanpa mengabaikan nilai-nilai budaya.

"Memang tidak bisa dipungkiri, Pak, sekarang zamannya sosmed, zamannya AI, semua anak-anak pegang HP. Tapi yang namanya teknologi dan budaya harus berjalan selaras, Pak. Kemajuan teknologi, disrupsi teknologi tidak mungkin kita lawan. Tapi ini harus berjalan beriringan," kata Gibran saat bertemu pengurus Bela Budaya Nusantara di Taman Wisata Seni dan Budaya Randu Mas, Kabupaten Lampung Timur, Lampung, dikutip Kamis (16/7/2026).

Baca Juga: Beasiswa Garuda Antar Siswa Tangsel Kuliah di Kampus Teknologi Elite Korea

Dia menilai, kemajuan teknologi justru membuka peluang yang semakin besar untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia.

Pemanfaatan media sosial dan berbagai platform digital, menurutnya, dapat menjadi sarana yang efektif untuk memperluas jangkauan promosi budaya sekaligus menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap warisan budaya bangsa.

"Dengan adanya kemajuan teknologi, terutama sosmed, kita malah terbantu, Pak, untuk mengenalkan budaya kita lebih jauh," ujarnya.

Baca Juga: Drama Korea Populer Ini Ternyata Pakai Teknologi AI, Biaya Produksi Hemat 60 Persen

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Bela Budaya Nusantara, Mulyono, menyampaikan kekhawatirannya terhadap semakin besarnya tantangan pelestarian budaya di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Menurutnya, generasi muda berpotensi semakin jauh dari akar budaya apabila tidak diimbangi dengan upaya menjaga adat dan nilai-nilai luhur bangsa.

"Kami juga merasa takut kalau budaya tidak kita bela ke depan, akan menjadikan generasi ini hanya pandai menjaga teknologi tapi tidak pandai dalam menjaga adat," keluhnya.