Menariknya, cerita bantuan ini tidak berhenti pada perusahaan dan penerima manfaat. Di sejumlah daerah, komunitas Mitra Driver juga turut bergerak membantu masyarakat, mulai dari membagikan ribuan masker hingga membantu pemadaman titik-titik api.
Ringkasan
Gojek dan Yayasan GoTo Merah Putih menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada Mitra Driver yang terdampak gempa di NTT serta karhutla di Kalimantan dan Sumatra.
Secara ringkas, bantuan tersebut meliputi:
Dana tunai bagi Mitra Driver terdampak gempa di NTT.
Voucher Alfamart bagi Mitra Driver di Kalimantan dan Sumatra.
Masker dan vitamin untuk membantu kebutuhan kesehatan di wilayah terdampak kabut asap.
Penempatan bantuan kesehatan di Rumah Mitra di sejumlah kota agar lebih mudah diakses.
Di sisi lain, komunitas driver di sejumlah wilayah juga menginisiasi aksi kemanusiaan secara mandiri, termasuk pembagian masker kepada masyarakat dan bantuan pemadaman titik api.
Baca Juga: Anak 15 Tahun Korban Gempa Flores Dilaporkan Jadi Korban Kekerasan Seksual di Wilayah Pengungsian
Baca Juga: Kemenhub Cek 5 Bandara Terdampak Gempa NTT, Pemulihan Jadi Prioritas
Apa Bentuk Bantuan Gojek dan YGMP bagi Mitra Driver Terdampak Bencana?
Berdasarkan keterangan Gojek dan Yayasan GoTo Merah Putih, bantuan difokuskan untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok Mitra Driver sekaligus mendukung proses pemulihan mereka setelah terdampak bencana.
Head of Driver Operations Gojek sekaligus Sekretaris YGMP, Bambang Adi Wirawan, mengatakan dukungan tersebut diberikan agar Mitra Driver dapat melewati masa sulit yang dihadapi.
“Melalui bantuan ini, kami ingin memastikan para Mitra Driver mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan untuk melewati masa sulit," ujar Bambang melalui catatan tertulis yang diterima AKURAT.CO, dikutip Senin, 31 Agustus 2026.
Menurut Bambang, bentuk bantuan disesuaikan dengan wilayah dan kondisi yang dihadapi para pengemudi. Mitra Driver terdampak gempa di NTT mendapatkan bantuan dalam bentuk dana tunai.
Sementara itu, Mitra Driver di Kalimantan dan Sumatra yang terdampak karhutla mendapatkan bantuan berupa voucher Alfamart. Pendekatan tersebut memberi fleksibilitas bagi penerima untuk memilih kebutuhan yang paling sesuai dengan kondisi mereka.
“Di NTT, bantuan disalurkan dalam bentuk dana tunai, sementara di Kalimantan dan Sumatra berupa voucher Alfamart agar para Mitra Driver memiliki fleksibilitas untuk memilih kebutuhan yang paling sesuai bagi mereka dan keluarga,” ujar Bambang.
Perbedaan bentuk bantuan ini menjadi salah satu bagian penting dari respons kemanusiaan. Kebutuhan masyarakat setelah gempa tidak selalu sama dengan kebutuhan pekerja yang menghadapi dampak kabut asap akibat karhutla.
Mengapa Bantuan untuk Mitra Driver Dibedakan antara Gempa NTT dan Karhutla?
Bencana yang berbeda dapat menciptakan kebutuhan yang berbeda pula. Karena itu, bentuk bantuan tidak selalu harus seragam.
Dana Tunai untuk Mitra Driver Terdampak Gempa di NTT
Gempa bumi dapat menciptakan kebutuhan yang sangat beragam bagi setiap keluarga. Dalam kondisi seperti ini, bantuan dana tunai memberikan ruang bagi penerima untuk menentukan sendiri kebutuhan yang dianggap paling mendesak.
Bagi sebagian orang, kebutuhan utama bisa berupa makanan. Bagi penerima lainnya, prioritas dapat berkaitan dengan kebutuhan keluarga atau keperluan sehari-hari yang terganggu akibat bencana.
Fleksibilitas menjadi penting karena kebutuhan setelah bencana tidak selalu dapat diprediksi dengan satu jenis bantuan yang sama untuk semua orang.
Voucher Kebutuhan bagi Mitra Driver di Kalimantan dan Sumatra
Di Kalimantan dan Sumatra, bantuan diberikan dalam bentuk voucher Alfamart. Voucher tersebut memungkinkan Mitra Driver memilih kebutuhan sesuai kondisi masing-masing.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa bantuan kemanusiaan tidak selalu harus berupa paket dengan isi yang seragam. Dalam kondisi tertentu, fleksibilitas memilih kebutuhan justru dapat membantu penerima menentukan prioritas mereka sendiri.
Perbedaan antara dana tunai dan voucher juga memperlihatkan satu hal penting: respons terhadap bencana dapat disesuaikan dengan karakter kebutuhan di lapangan.
Kabut Asap Menjadi Tantangan bagi Mitra Driver yang Bekerja di Jalan
Selain bantuan kebutuhan pokok, Gojek dan YGMP menyiapkan bantuan kesehatan tambahan berupa masker dan vitamin bagi Mitra Driver di Kalimantan dan Sumatra.
Bantuan tersebut akan disiagakan di Rumah Mitra yang tersebar di beberapa kota agar dapat diakses dengan lebih mudah dan cepat, khususnya oleh pengemudi di wilayah terdampak kabut asap.
Bagi pekerja yang aktivitasnya banyak dilakukan di luar ruangan, kondisi lingkungan memiliki pengaruh langsung terhadap aktivitas sehari-hari. Mitra Driver menghabiskan sebagian waktu kerjanya dengan mobilitas tinggi, sehingga kondisi kabut asap menjadi tantangan yang berbeda dibanding pekerjaan yang dilakukan sepenuhnya di dalam ruangan.
Ilustrasinya sederhana. Seorang pengemudi yang biasanya bekerja dengan berpindah dari satu titik ke titik lain tetap harus mempertimbangkan kebutuhan ekonomi sehari-hari ketika kondisi lingkungan memburuk. Mengurangi aktivitas dapat berdampak pada penghasilan, sementara tetap bekerja berarti menghadapi kondisi di luar ruangan lebih lama.
Dalam konteks inilah, ketersediaan masker dan vitamin menjadi bentuk dukungan tambahan. Bantuan tersebut tidak menghilangkan seluruh risiko yang muncul akibat kabut asap, tetapi dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar kesehatan yang relevan dengan kondisi para pengemudi.
Penempatan bantuan di Rumah Mitra juga memiliki nilai praktis. Akses yang lebih dekat dapat membantu Mitra Driver memperoleh dukungan tanpa harus mencari titik distribusi yang jauh dari aktivitas mereka.
Ketika Mitra Driver Tidak Hanya Menjadi Penerima Bantuan
Salah satu sisi paling menarik dari aksi kemanusiaan ini adalah munculnya solidaritas dari komunitas Mitra Driver sendiri.
Di tengah situasi ketika sebagian pengemudi terdampak bencana dan membutuhkan bantuan, komunitas driver di sejumlah daerah justru turut bergerak membantu masyarakat.
Hal ini menunjukkan bahwa Mitra Driver tidak hanya berada dalam posisi sebagai penerima dukungan. Dalam kondisi tertentu, mereka juga menjadi bagian dari jaringan solidaritas di tingkat lokal.
Komunitas Driver Bagikan 2.000 Masker di Banjarmasin
Di Banjarmasin, Komunitas Driver Gojek Galuh Borneo Kalimantan Selatan menginisiasi pembagian 2.000 masker gratis kepada warga.
Aksi tersebut menjadi contoh bagaimana komunitas yang terbentuk dari aktivitas pekerjaan dapat berkembang menjadi ruang solidaritas sosial.
Masker dibagikan kepada masyarakat di tengah kondisi yang terdampak kabut asap. Langkah tersebut memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap dampak karhutla tidak hanya datang dari lembaga formal, tetapi juga dari komunitas masyarakat yang berada dekat dengan kondisi di lapangan.
Ribuan Masker Juga Didistribusikan di Palembang
Langkah serupa dilakukan oleh Asosiasi Driver Online Bersatu (ADOB). Komunitas driver tersebut turut mendistribusikan ribuan masker di Palembang.
Aksi di Banjarmasin dan Palembang memperlihatkan pola yang menarik. Komunitas pengemudi dapat bergerak cepat karena anggotanya memiliki jaringan sosial dan aktivitas yang dekat dengan masyarakat sehari-hari.
Solidaritas seperti ini menjadi pengingat bahwa jaringan ekonomi digital juga memiliki dimensi sosial. Hubungan antarpengemudi tidak selalu berhenti pada aktivitas mencari penghasilan melalui platform.
Dari Mengantar Penumpang hingga Membantu Memadamkan Titik Api
Aksi yang tidak kalah menarik datang dari Emergency Tanggap Bencana (ETB) Rescue Banjarbaru.
Komunitas relawan tersebut mayoritas anggotanya merupakan Mitra Driver Gojek. Mereka secara sukarela dan mandiri membantu tim Unit Pelaksana Teknis atau UPT Damkar Pemerintah Kota Banjarbaru dalam memadamkan titik-titik api di wilayah setempat.
Keterlibatan tersebut memberikan sudut pandang berbeda terhadap peran Mitra Driver dalam situasi bencana.
Pada hari-hari biasa, pekerjaan utama mereka berkaitan dengan mobilitas dan layanan kepada masyarakat. Namun, ketika bencana terjadi, sebagian anggota komunitas juga mengambil peran tambahan sebagai relawan.
Di sinilah terdapat paradoks yang kuat. Kelompok yang dalam situasi tertentu membutuhkan dukungan akibat dampak bencana juga dapat menjadi bagian dari orang-orang yang membantu proses penanganan bencana.
Pelajaran dari Solidaritas Mitra Driver di Tengah Bencana
Aksi bantuan Gojek, YGMP, dan komunitas driver memberikan beberapa gambaran mengenai dinamika pekerja berbasis platform ketika menghadapi situasi darurat.
Bencana Dapat Mengganggu Penghasilan dan Meningkatkan Kebutuhan Sekaligus
Bencana dapat menciptakan tekanan ganda bagi pekerja yang menggantungkan pendapatan pada aktivitas harian.
Kondisi lingkungan dapat mengganggu aktivitas kerja, sementara kebutuhan keluarga tetap berjalan. Dalam situasi tertentu, kebutuhan bahkan dapat meningkat akibat dampak bencana.
Karena itu, bantuan kebutuhan pokok dan dukungan kesehatan memiliki arti yang lebih luas daripada sekadar pemberian barang. Bantuan dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi tekanan yang muncul pada masa pemulihan.
Bantuan yang Fleksibel Memberi Ruang untuk Menentukan Prioritas
Dana tunai dan voucher memiliki kesamaan dalam satu aspek: keduanya memberikan ruang bagi penerima untuk menyesuaikan bantuan dengan kebutuhan.
Setiap keluarga dapat menghadapi kondisi yang berbeda. Kebutuhan paling mendesak bagi satu penerima belum tentu sama dengan penerima lainnya.
Karena itu, pendekatan bantuan yang memberikan fleksibilitas dapat menjadi relevan dalam kondisi ketika kebutuhan di lapangan tidak seragam.
Komunitas Pekerja Digital Bisa Menjadi Jaringan Solidaritas
Kisah pembagian masker dan keterlibatan dalam pemadaman api menunjukkan bahwa komunitas Mitra Driver memiliki fungsi sosial di luar aktivitas ekonomi.
Komunitas dapat menjadi tempat berbagi informasi, mengorganisasi aksi, hingga membantu masyarakat ketika terjadi situasi darurat.
Hal ini menjadi sudut pandang penting dalam melihat perkembangan ekonomi digital. Platform memang menjadi ruang untuk bekerja dan memperoleh penghasilan, tetapi komunitas yang tumbuh di sekitarnya dapat menciptakan bentuk solidaritas baru di tingkat lokal.
Mengapa Dukungan bagi Mitra Driver Terdampak Bencana Penting?
Mitra Driver merupakan bagian dari kelompok pekerja yang aktivitasnya memiliki tingkat mobilitas tinggi. Kondisi lingkungan, bencana, dan gangguan aktivitas di suatu wilayah dapat memiliki dampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari.
Dukungan dalam bentuk kebutuhan pokok membantu menjawab kebutuhan dasar. Sementara itu, masker dan vitamin memiliki relevansi tambahan bagi pengemudi yang menghadapi kondisi kabut asap.
Bantuan tersebut juga menunjukkan pentingnya melihat dampak bencana secara lebih luas. Dampak tidak selalu hanya berkaitan dengan kerusakan fisik yang terlihat, tetapi juga kemampuan masyarakat untuk menjalankan aktivitas dan mempertahankan kehidupan sehari-hari.
Bambang mengatakan pihaknya turut mengapresiasi aksi solidaritas yang dilakukan para Mitra Driver di berbagai daerah.
“Kami ikut bersyukur dan tersentuh melihat para Mitra Driver yang tetap memilih untuk saling membantu di tengah situasi yang tidak mudah. Kepedulian yang ditunjukkan oleh para Mitra Driver dan seluruh ekosistem GoTo mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi kekuatan kita bersama.”
Ia berharap upaya tersebut dapat mendukung proses pemulihan Mitra Driver maupun masyarakat yang terdampak.
“Kami berharap upaya ini dapat mendukung para Mitra Driver dan masyarakat dalam menjalani proses pemulihan,” tutup Bambang.
Pada akhirnya, cerita mengenai bantuan Gojek dan Yayasan GoTo Merah Putih ini tidak hanya berbicara mengenai dana tunai, voucher, masker, atau vitamin. Ada cerita yang lebih besar mengenai bagaimana kelompok yang terdampak bencana tetap memiliki kemampuan untuk saling membantu.
Bencana sering memperlihatkan bahwa penerima bantuan tidak selalu hanya berada dalam posisi menerima. Dalam sejumlah situasi, mereka juga menjadi orang-orang yang bergerak memberikan bantuan kepada sesama.
Pantau terus perkembangan informasi seputar bantuan kemanusiaan, kondisi bencana, dan aksi solidaritas masyarakat di berbagai daerah Indonesia.
Baca Juga: Otoritas Pakistan Mulai Selidiki Kebakaran Rumah Sakit yang Tewaskan 14 Bayi
Baca Juga: Prabowo Segera Kunjungi Sumatera, Gerak Cepat Tangani Kebakaran Hutan dan Lahan
FAQ
Apa bentuk bantuan Gojek bagi Mitra Driver terdampak bencana?
Gojek dan Yayasan GoTo Merah Putih menyalurkan bantuan dalam bentuk dana tunai bagi Mitra Driver terdampak gempa di NTT serta voucher Alfamart bagi pengemudi terdampak karhutla di Kalimantan dan Sumatra. Selain itu, tersedia bantuan kesehatan berupa masker dan vitamin.
Di mana bantuan Gojek dan Yayasan GoTo Merah Putih disalurkan?
Bantuan kemanusiaan disalurkan kepada Mitra Driver di sejumlah wilayah Indonesia yang terdampak bencana, termasuk Nusa Tenggara Timur akibat gempa bumi serta wilayah di Kalimantan dan Sumatra yang menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan.
Apa bantuan untuk Mitra Driver terdampak gempa di NTT?
Mitra Driver yang terdampak gempa bumi di NTT menerima bantuan dalam bentuk dana tunai. Bentuk bantuan ini memberikan fleksibilitas bagi penerima untuk menentukan kebutuhan yang dianggap paling sesuai dengan kondisi mereka dan keluarga.
Apa bantuan bagi Mitra Driver yang terdampak karhutla?
Mitra Driver di Kalimantan dan Sumatra mendapatkan bantuan berupa voucher Alfamart untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Gojek dan YGMP juga menyalurkan bantuan tambahan berupa masker dan vitamin di wilayah terdampak kabut asap.
Mengapa Mitra Driver mendapatkan masker dan vitamin?
Masker dan vitamin disiapkan sebagai bantuan kesehatan tambahan, khususnya bagi Mitra Driver di wilayah yang terdampak kabut asap akibat karhutla. Bantuan tersebut disiagakan di sejumlah Rumah Mitra agar dapat diakses dengan lebih mudah dan cepat.
Apa peran komunitas driver dalam membantu masyarakat terdampak bencana?
Komunitas driver turut melakukan berbagai aksi solidaritas. Komunitas Driver Gojek Galuh Borneo Kalimantan Selatan membagikan 2.000 masker gratis kepada warga, sementara ADOB mendistribusikan ribuan masker di Palembang. Anggota ETB Rescue Banjarbaru yang mayoritas merupakan Mitra Driver Gojek juga membantu UPT Damkar Pemkot Banjarbaru memadamkan titik-titik api.
Apa itu Yayasan GoTo Merah Putih?
Yayasan GoTo Merah Putih atau YGMP merupakan pihak yang bersama Gojek dalam narasi ini menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada Mitra Driver yang terdampak gempa bumi di NTT serta karhutla dan kabut asap di Kalimantan dan Sumatra.