GP Ansor Kalteng siapkan kemandirian ekonomi hingga bantu penanggulangan karhutla
Kamis, 6 Agustus 2026 17:59 WIB
Pelantikan Pengurus Wilayah dan Pengurus Cabang GP Ansor Kalimantan Tengah di Palangka Raya, Kamis (6/8/2026). (ANTARA/Muhammad Arif Hidayat)
Palangka Raya (ANTARA) - Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kalimantan Tengah (Kalteng) menegaskan komitmennya membangun kemandirian ekonomi kader maupun organisasi, sekaligus mendukung pemerintah menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah setempat.
Ketua PW GP Ansor Kalimantan Tengah Arjoni di Palangka Raya, Kamis, mengatakan, pihaknya segera menggelar rapat kerja wilayah (rakerwil) guna menyusun program kerja berfokus pada kemandirian ekonomi kader dan organisasi.
"Fokus kami adalah membangun kemandirian ekonomi kader dan organisasi sebagaimana arahan Ketua Umum," jelasnya.
GP Ansor telah memiliki berbagai badan otonom dan unit usaha, seperti Badan Usaha Milik Ansor (BUMA), Patriot Ketahanan Pangan, Usaha Gotong Royong, serta lainnya yang memiliki fungsi masing-masing.
Menurut Arjoni, BUMA saat ini memiliki 10 holding perusahaan berbentuk perseroan terbatas yang akan dikembangkan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah maupun dunia usaha.
Selain itu, pihaknya juga mulai mengembangkan sektor peternakan sebagai salah satu upaya memperkuat ekonomi kader.
"Kami sudah menjalankan usaha kader dan dalam waktu dekat akan panen ayam pedaging maupun ayam kampung sebagai bagian dari penguatan ekonomi organisasi," ujarnya.
Baca juga: Kalimantan Tengah pacu penanganan terpadu tanggulangi karhutla
Di bidang kebencanaan, GP Ansor Kalimantan Tengah menyatakan siap mendukung pemerintah dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla.
Sebanyak 300 personel Banser diserahkan secara simbolis untuk membantu penanganan karhutla. Instruksi serupa juga diberikan kepada seluruh pengurus cabang agar mengerahkan personel Banser di daerah masing-masing sesuai kebutuhan.
"Kami menginstruksikan seluruh Banser di tingkat cabang untuk membantu pemerintah, TNI, Polri dan pihak terkait dalam pencegahan maupun penanggulangan kebakaran hutan dan lahan," tegas Arjoni.
Ketua Umum PP GP Ansor Addin Jauharudin mengajak seluruh kader Ansor dan Banser menjadi mitra strategis pemerintah daerah, terutama dalam menghadapi ancaman karhutla yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat dan aktivitas ekonomi.
Ia meminta Banser selalu siap mengerahkan tenaga dan pikiran membantu pemerintah, agar penanganan karhutla dapat dilakukan secara cepat dan efektif.
Selain itu, Addin mendorong kader Ansor ikut mengambil peran dalam penguatan ekonomi daerah melalui hilirisasi berbagai komoditas unggulan Kalimantan Tengah.
Menurutnya, potensi perikanan, perkebunan, hingga komoditas lainnya perlu dikembangkan menjadi produk bernilai tambah melalui pembangunan industri pengolahan.
"Kalimantan Tengah jangan hanya menjual bahan baku. Kita harus mendorong hadirnya industri sehingga masyarakat memperoleh nilai tambah dan ekonomi daerah semakin kuat," katanya.
Sementara itu Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengapresiasi inisiatif GP Ansor setempat yang telah menyelenggarakan apel siaga karhutla.
"Kehadiran Ansor dan Banser di tengah masyarakat merupakan kekuatan besar dalam mendukung upaya pemerintah, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dan seluruh relawan dalam mengendalikan karhutla," jelasnya.
Pewarta : Muhammad Arif Hidayat
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.