Perlindungan utama Gunung Ciremai dan seluruh kakinya harus terjaga dan tidak boleh mengalami perubahan-perubahan peruntukan
Kuningan (ANTARA) - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jabar, memastikan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) memberikan perlindungan terhadap sumber air, kawasan ekologi, serta Gunung Ciremai.
"Tata ruang wilayahnya harus memberikan perlindungan pada sumber-sumber air, daerah ekologi," kata Dedi seusai menghadiri Rapat Paripurna Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan di Gedung DPRD Kabupaten Kuningan, Selasa.
Ia menegaskan, Gunung Ciremai harus menjadi bagian utama, yang mendapat perlindungan dalam penataan ruang di Kabupaten Kuningan.
"Perlindungan utama Gunung Ciremai dan seluruh kakinya harus terjaga dan tidak boleh mengalami perubahan-perubahan peruntukan," ujarnya.
Baca juga: TNGC tegaskan larangan pendaki memasuki kawasan kawah Gunung Ciremai
Menurut Dedi, kebijakan tata ruang Kuningan perlu mempertahankan fungsi kawasan sesuai karakter ekologisnya, terutama karena wilayah tersebut memiliki posisi sebagai kawasan hulu dan sumber konservasi.
Ia mengingatkan agar kawasan gunung tetap dipenuhi pepohonan, sementara lembah dipertahankan sebagai daerah resapan dan kolam serta dataran rendah untuk persawahan.
Ia menilai, kelestarian Gunung Ciremai memiliki keterkaitan dengan keberlangsungan sumber air, ekosistem, kawasan bersejarah, hingga sektor pariwisata yang berkembang di Kabupaten Kuningan.
Baca juga: KIP: Informasi kehutanan masuk kategori wajib diumumkan seketika
Oleh karena itu, Dedi mengingatkan agar perubahan peruntukan lahan tidak mengabaikan fungsi ekologis kawasan dan ketentuan tata ruang yang telah ditetapkan.
Selain penataan ruang, ia meminta pemerintah daerah meningkatkan efisiensi belanja sekaligus memastikan kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat terpenuhi.
Ia juga memberikan perhatian pada pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Kuningan, dengan menargetkan penyelesaiannya secara bertahap hingga 2028.
"Belanjanya harus makin efisien, infrastruktur dasar masyarakat harus terpenuhi," katanya.
Baca juga: KA Ciremai Layani 126.580 Pelanggan pada Januari–Mei 2026, Menghubungkan Pusat Budaya, Pendidikan, Industri, dan Pariwisata di Jawa Tengah hingga Jawa Barat
Pewarta: Fathnur Rohman
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.