Gubernur Jateng minta respons cepat untuk hadapi kekeringan dan kebakaran
Senin, 7 September 2026 13:15 WIB
Simulasi penanganan kebakaran yang dilakukan Tim Reaksi Cepat (TRC) Jawa Tengah. (ANTARA/HO-Pemprov Jateng)
Semarang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta petugas maupun relawan tanggap bencana agar mempercepat respon saat ada kejadian bencana, seperti kekeringan dan kebakaran di wilayah tersebut.
"Jawa Tengah merupakan minimarket bencana, sehingga membutuhkan respons cepat dari seluruh stakeholder terkait, termasuk para relawan tanggap bencana dan tim reaksi cepat (TRC)," katanya, di Semarang, Senin.
Hal tersebut disampaikannya saat menutup pelatihan peningkatan kapasitas personel Tim Reaksi Cepat (TRC) Jateng di Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Penggaron, Kabupaten Semarang.
Menurut dia, kecepatan dan ketepatan respons menjadi kunci dalam penanganan bencana.
Pelatihan TRC tersebut melibatkan ratusan personel dari perwakilan seluruh daerah di Jateng.
Setelah pelatihan tersebut, peserta diharapkan akan membagikan ilmu dan meningkatkan kemampuan masing-masing personel di setiap daerah.
"Jadi, latihan itu perlu, untuk meningkatkan profesionalitas dan 'teamwork' (kerja tim)," katanya.
Luthfi juga menyampaikan perkembangan situasi kebencanaan di Jateng, seiring dengan potensi kebencanaan yang paling tinggi adalah kekeringan dan kebakaran.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng per 30 Agustus 2026 total sudah ada 615 kejadian kebakaran.
Kejadian sebanyak itu, terdiri atas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebanyak 282 kejadian, kemudian kebakaran gedung dan pemukiman sebanyak 333 kejadian dengan total kerusakan ditaksir mencapai Rp38,5 miliar.
Sementara untuk kekeringan hampir terjadi di seluruh wilayah Jateng, kata dia, kepala daerah sudah melakukan pemetaan terkait kekeringan, mulai dari lahan pertanian maupun kekurangan air bersih.
"Semua sudah kita petakan agar dampak kekeringan tidak melanda terlalu dalam di daerah kita," katanya, didampingi Kalakhar BPBD Jateng Bergas Catursasi Penanggungan.
Ia menyebutkan hampir 8,5 juta liter air bersih juga sudah didistribusikan ke daerah terdampak kekeringan, serta koordinasi dengan kepolisian dan TNI juga terus dilakukan untuk penanganan.
Terkait kebakaran TPA, contoh kasus sudah terjadi di TPA Putri Cempo Kota Surakarta, ia juga meminta kepada seluruh kepala daerah di Jateng untuk selalu mengecek dan melakukan mitigasi di wilayah masing-masing.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.