Gubernur Kalbar minta sejarah perjuangan kembali diajarkan - ANTARA News Kalimantan Barat

Pontianak (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan meminta penguatan kembali pendidikan sejarah perjuangan bangsa bagi generasi muda agar pemahaman tentang pengorbanan para pahlawan dan nilai kebangsaan semakin meningkat.

"Jangan lupa untuk mempelajari sejarah, sejarah bangsa kita. Supaya kita mengetahui perjuangan dan pengorbanan bangsa kita dalam memerdekakan negeri ini," ujar dia dalam peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Pontianak, Senin.

Menurut dia, pemahaman sejarah menjadi penting di tengah perkembangan zaman yang dinilai turut mempengaruhi semangat nasionalisme dan kebangsaan generasi muda.

Ia mengatakan generasi saat ini tidak lagi menghadapi perjuangan kemerdekaan dengan mengangkat senjata, tetapi dapat meneruskan perjuangan para pahlawan melalui kontribusi nyata dalam pembangunan.

"Sekarang kita tidak lagi berjuang dengan bambu runcing atau senjata, tetapi mari kita berjuang dengan mengisi kemerdekaan di segala bidang sesuai dengan profesi kita masing-masing," katanya.

Ia menilai peringatan HUT Kemerdekaan RI harus menjadi kesempatan untuk mengingat kembali jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga dalam merebut kemerdekaan.

Oleh karena itu, Norsan mengingatkan generasi muda agar tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa sebagaimana pesan Presiden Soekarno melalui ungkapan "Jas Merah" (Jangan Sekali-Kali Melupakan Sejarah).

"Pesan penting kita dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 ini adalah memupuk dan mengingatkan kepada generasi muda akan pentingnya menghargai jasa-jasa para pahlawan," ujarnya.

Ia juga menyoroti perlunya penguatan pembelajaran sejarah perjuangan bangsa di lingkungan pendidikan.

Ia mengenang mata pelajaran Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB) yang pernah diajarkan pada masa lalu.

"Dulu, pada zaman saya, ada pelajaran yang namanya PSPB, yaitu Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa. Sekarang pelajaran itu sudah tidak ada lagi. Maka dari itu, pelajaran sejarah perjuangan bangsa harus kita hidupkan kembali," katanya.

Menurut dia, pemahaman sejarah tidak hanya bertujuan mengenalkan peristiwa masa lalu, tetapi juga membangun kesadaran generasi muda mengenai proses panjang terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ia mengajak generasi muda, termasuk kalangan milenial, mempelajari sejarah sekaligus meneruskan semangat perjuangan melalui pendidikan, pekerjaan, inovasi, maupun karya sesuai kemampuan dan profesi masing-masing.

Norsan berharap peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI tidak berhenti pada seremoni, tetapi memperkuat persatuan, menjaga rasa kebangsaan, dan mendorong generasi muda mengambil peran dalam pembangunan Kalimantan Barat dan Indonesia.

Pewarta: Rendra Oxtora dan Sucia Lucinda
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.