Gubernur Lampung: Desa harus jadi pusat pertumbuhan baru

Bandarlampung (ANTARA) - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan desa di wilayahnya harus menjadi pusat pertumbuhan baru dalam meningkatkan ekonomi, inovasi, dan kesejahteraan masyarakat.

"Kita harus memperkuat ekonomi daerah yang dimulai dari desa, karena kekuatan ekonomi daerah sesungguhnya berada di tengah masyarakat desa," ujarnya di Bandarlampung, Senin.

Ia mengatakan pemerintah daerah saat ini tengah berupaya menumbuhkan berbagai kegiatan ekonomi, serta inovasi di berbagai desa di wilayahnya.

"Petani, nelayan, pelaku UMKM, perajin, dan anak-anak muda banyak pula yang membangun usaha di desa atau di kampung halaman. Karena itu, desa harus menjadi pusat pertumbuhan baru dengan adanya aktivitas ekonomi tersebut," katanya.

Dia menjelaskan koperasi, badan usaha milik desa (BUMDes), usaha mikro kecil menengah (UMKM), dan berbagai kelembagaan ekonomi masyarakat harus diperkuat agar mampu menjadi penghubung antara produksi masyarakat desa dengan pasar.

"Dengan terhubungnya produksi masyarakat desa, dengan pasar, maka akan mempermudah ekonomi desa bertumbuh. Petani serta nelayan tidak boleh berjalan sendiri. Mereka harus memiliki daya tawar yang lebih kuat dan memperoleh manfaat yang lebih besar dari usahanya dengan adanya kolaborasi ini," ucap dia.

Dalam mendukung terwujudnya desa sebagai pusat pertumbuhan di daerah, serta mendukung pemerataan serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif, Pemerintah Provinsi Lampung melaksanakan program Desaku Maju.

Program tersebut terdiri atas penyediaan pupuk hayati cair, penyediaan mesin bed dryer, pelatihan vokasi untuk penduduk desa usia produktif, penguatan lembaga ekonomi desa melalui BUMDes dan koperasi, serta dukungan pembangunan jalan di desa.

Program itu bertujuan untuk mendorong adanya peningkatan produksi dan produktivitas pertanian, meningkatkan nilai tambah melalui hilirisasi hasil pertanian, meningkatkan kemandirian desa melalui peningkatan infrastruktur, tataniaga produk pertanian, pengembangan potensi serta sumber daya desa, perluasan akses pasar, permodalan, dan investasi.

Kemudian, meningkatkan kerja sama antarlembaga dan pelaku ekonomi desa seperti BUMDes, koperasi desa, kelompok tani, dan kelompok usaha masyarakat dalam ekosistem ekonomi desa.

Tercatat, saat ini untuk capaian persentase desa mandiri di Lampung pada 2025 sebesar 21,05 persen, dan ditargetkan meningkat sebesar 23,96 persen di 2026 ini, sebagai indikator keberhasilan program untuk menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan baru.

Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.