Gubernur NTT dorong HKTI perkuat sektor pertanian sejahterakan petani
Rabu, 16 September 2026 21:17 WIB
Gubernur NTT Melki Laka Lena menyampaikan sambutan saat Pelantikan Pengurus DPD HKTI Provinsi NTT Periode 2026–2031 di Kupang, NTT, Rabu (16/9/2026). (ANTARA/Yoseph Boli Bataona)
Kupang, NTT (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena mendorong Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) memperkuat sektor pertanian guna meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani di daerah itu.
“Saya memandang kehadiran dan peran HKTI menjadi sangat strategis sebagai mitra pemerintah dalam memperkuat kelembagaan petani, memperjuangkan kepentingan petani, dan membangun pertanian NTT yang modern, produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ujar Melki di Kupang, Rabu.
Hal itu disampaikan dalam Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi NTT Periode 2026–2031.
Dia mengatakan sektor pertanian NTT pada tahun 2024 menyerap sekitar 2,3 juta tenaga kerja dan berkontribusi 28,9 persen terhadap PDRB NTT.
Menurut dia, dengan potensi lahan kering mencapai sekitar 1,8 juta hektare, NTT memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi salah satu lumbung pangan di kawasan timur Indonesia.
Oleh karena itu, ia berharap HKTI dapat menjadi rumah bersama bagi para petani, sekaligus ruang untuk menyampaikan aspirasi dan memperjuangkan kepentingan petani.
HKTI juga diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan serta mengawal kebijakan pembangunan pertanian.
Melki menyebut pertanian NTT menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, keterbatasan air, kondisi geografis dan topografi yang beragam, biaya produksi, akses pasar, fluktuasi harga hingga persoalan regenerasi petani. Untuk itu, menurutnya, pertanian NTT harus semakin adaptif, inovatif dan berbasis teknologi.
“Kita membutuhkan petani muda. Generasi muda harus melihat pertanian bukan sebagai pekerjaan tradisional semata, tetapi sebagai sektor ekonomi masa depan,” katanya.
Ia mengajak HKTI membangun hubungan konstruktif dengan Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten/Kota serta memastikan organisasi tersebut benar-benar hadir hingga di tingkat petani.
Menurut Melki, keberhasilan pembangunan pertanian tidak cukup diukur dari luas lahan yang ditanam atau jumlah produksi yang dihasilkan. Ukuran akhirnya adalah meningkatnya pendapatan petani, membaiknya kesejahteraan keluarga petani, terbukanya masa depan yang lebih baik bagi anak-anak petani, serta semakin banyak generasi muda yang melihat pertanian sebagai masa depan.
Sementara itu, Ketua DPD HKTI NTT Fernando Jose Osorio Soares menegaskan pihaknya untuk bergerak dan hadir langsung di tengah petani di seluruh wilayah NTT.
“HKTI NTT akan berkeliling ke 21 kabupaten dan satu kota untuk menjadi mata dan telinga para petani, mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi serta mendorong solusi konkret,” ujarnya.
Pada kesempatan sama, Ketua Umum DPN HKTI Sudaryono menegaskan pentingnya penguatan sektor pertanian sejalan dengan arah pembangunan nasional, khususnya dalam mendorong swasembada pangan.
Sudaryono juga mendorong penguatan sektor pertanian di NTT dan mengajak HKTI NTT membangun kolaborasi erat dengan para kepala daerah untuk memajukan pertanian di seluruh wilayah NTT.
Dalam kapasitasnya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono turut menyampaikan perhatian pemerintah terhadap persoalan stunting di NTT.
Ia mengatakan NTT, yang masih menghadapi prevalensi stunting tinggi, akan mendapat perhatian khusus dalam pengembangan dapur-dapur baru program Makan Bergizi Gratis (MBG) di NTT.

Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.