Gubernur: NTT siap jadi tuan rumah Pesonas II 2026
Jumat, 17 Juli 2026 05:11 WIB
Gubernur NTT Melki Laka Lena. ANTARA/Ho-Humas Pemprov NTT
Kupang (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena menegaskan kesiapan daerahnya menjadi tuan rumah Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas) II Tahun 2026 dengan menghadirkan penyelenggaraan yang inklusif dan ramah bagi atlet penyandang disabilitas intelektual.
"Menjadi tuan rumah bukan hanya berarti menyiapkan arena pertandingan, penginapan, atau seremoni pembukaan. Menjadi tuan rumah berarti menyiapkan hati, menyiapkan masyarakat yang menerima dengan tulus,” katanya dalam keterangan yang diterima di Kupang, Kamis.
Selain itu, juga diperlukan lingkungan yang ramah, serta ruang yang membuat setiap atlet merasa dihargai sebagai pribadi yang utuh.
Menurut Melki, kepercayaan menjadikan NTT sebagai tuan rumah Pesonas II merupakan kehormatan sekaligus amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Ia mengatakan ajang olahraga nasional tersebut bukan sekadar kompetisi empat tahunan, melainkan simbol komitmen Indonesia dalam membangun masyarakat yang semakin inklusif.
PESONAS II 2026 di Kota Kupang akan diikuti sedikitnya 23 provinsi dengan melibatkan 908 atlet, 386 pelatih, serta mempertandingkan tujuh cabang olahraga yang akan digelar pada 13-18 Oktober 2026.
Gubernur menilai penyelenggaraan Pesonas II juga menjadi momentum bagi NTT untuk menunjukkan komitmennya dalam membangun daerah yang memberikan kesempatan setara bagi seluruh masyarakat.
"Kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi atau pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan ruang yang setara bagi setiap warga untuk hidup, berkarya, dan berprestasi," ujarnya.
Menurut dia, Pesonas II 2026 menjadi momentum atlet-atlet disabilitas NTT untuk menunjukan kemampuannya untuk mencapai mimpinya.
"Mimpi tidak pernah mengenal disabilitas. Yang sering membatasi mimpi justru adalah kurangnya kesempatan, kurangnya dukungan, dan kurangnya keberanian kita sebagai masyarakat untuk membuka jalan. Malam ini kita memilih menjadi bagian dari jalan itu," ujar dia.
Melki menambahkan, olahraga tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga menanamkan nilai keberanian, disiplin, persahabatan, kepercayaan diri, serta penghormatan terhadap martabat manusia.
"Setiap atlet yang kita dukung malam ini sesungguhnya sedang mengajarkan sesuatu kepada kita. Mereka mengajarkan bahwa kemenangan bukan hanya tentang siapa yang mencapai garis akhir paling cepat, melainkan tentang keberanian untuk terus berdiri setiap kali kehidupan menguji kita," ujarnya.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.