Sidoarjo (ANTARA) - Para guru di SMA Negeri 1 Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur ikut menerima paket makan bergizi gratis (MBG) dengan menu yang sama seperti yang diberikan kepada siswa sejak awal tahun ajaran baru pada pertengahan Juli 2026,
Kepala SMA Negeri 1 Wonoayu Ririn menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan MBG yang dinilai membawa manfaat bagi seluruh warga sekolah. Menurutnya, kehadiran program tersebut disambut antusias oleh siswa sejak pertama kali diterapkan.
"Mulai tahun ajaran ini, sekitar pertengahan Juli, bapak ibu guru juga menerima MBG. Menunya sama dengan anak-anak, ada sayur dan lauk sehingga kebutuhan gizi juga terpenuhi. Alhamdulillah, tidak ada pembedaan antara guru dan siswa," ujar Ririn.
Ia mengatakan, sebelum adanya MBG, sebagian siswa hanya mengandalkan uang saku sekitar Rp10 ribu untuk membeli makanan di luar sekolah. Dengan nominal tersebut, pilihan makanan bergizi dinilai sangat terbatas sehingga kebutuhan nutrisi harian belum sepenuhnya terpenuhi.
"Sejak MBG berjalan, para siswa tidak hanya memperoleh makanan yang lebih sehat, tetapi juga dapat menyisihkan uang saku mereka. Kondisi itu berdampak positif terhadap semangat belajar karena siswa tetap berenergi hingga kegiatan belajar selesai," ujarnya.
Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Haryo Soekartono menilai MBG mampu menjawab persoalan pemenuhan gizi pelajar. Menurutnya, dengan uang saku Rp10 ribu, banyak siswa hanya membeli mi instan atau makanan cepat saji yang kurang memenuhi kebutuhan gizi seimbang.
"Anak-anak sekarang mendapatkan makanan bergizi yang lebih baik. Mereka lebih semangat belajar sampai siang dan guru-guru juga kini menerima MBG sehingga semakin berenergi. Program ini harus terus dilanjutkan karena menjadi investasi untuk menyiapkan generasi unggul menghadapi bonus demografi dan persaingan global," kata BHS sapaan akrabnya.
Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.