Harapan besar bulu tangkis merawat gengsi Indonesia - ANTARA News Bangka Belitung

Jakarta (ANTARA) -  Indonesia bisa saja tertinggal dari Thailand dan Malaysia dalam perolehan medali Asian Games 2026, tapi gengsi sebagai kekuatan utama bulu tangkis Asia Tenggara tak boleh di bawah kedua negara itu.

Sampai hari kesepuluh, Thailand dan Malaysia telah jauh meninggalkan Indonesia dalam daftar perolehan medali.

Thailand dan Malaysia sudah mengumpulkan masing-masing sembilan dan enam medali emas. Indonesia baru  dua medali emas.

Sudah sangat sulit untuk mendekati Thailand, tetapi masih sangat mungkin untuk menyusul Malaysia karena Indonesia masih memiliki kemungkinan yang besar untuk mendapatkan tambahan medali emas.

Panjat tebing yang baru memulai kompetisi pada Selasa  adalah salah satu yang paling mungkin menambah koleksi medali Indonesia. Mungkin juga ada tambahan emas dari esports.

Yang pasti,  Selasa, bulu tangkis memiliki kesempatan sangat besar untuk membuat Indonesia mendapatkan tambahan medali emas setelah ganda campuran Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah dan ganda putra Leo Carnando/Daniel Marthin lolos ke partai final.

Ada harapan yang sangat besar kepada Amri/Nita dan Leo/Daniel bahwa perjuangan mereka akan berakhir di podium juara.

Harapan besar itu timbul setelah melihat cara mereka meloloskan diri ke final yang membangkitkan asa emas Indonesia. Terutama setelah menaklukkan lawan-lawannya dalam semifinal yang berlangsung Senin (28/9).

Kedua wakil Indonesia dalam dua dari lima final bulu tangkis perseorangan Asian Games 2026 itu lolos ke final dengan cara yang mempesona dan sensasional, karena menumbangkan para pemain berpredikat nomor satu dunia.

Amri/Nita yang berperingkat 15 dunia memang dipaksa bermain tiga gim pada babak kedua dan perempat final, salah satunya oleh Maya Taguchi/Yuta Watanabe yang berperingkat 13 dunia.

Tetapi dalam semifinal melawan Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping yang berperingkat satu dunia, Amri/Nita malah tampil nyaris tanpa cela, dan mendikte kedua gim yang mereka menangkan.

Secara mengejutkan mereka menumbangkan Feng/Huang yang berselisih 14 peringkat dan berbeda 58.430 poin dari mereka, berdasarkan daftar peringkat BWF.

Amri/Nita sampai unggul total 16 poin untuk mengakhiri perjalanan peringkat satu dunia dari China itu, dengan 21-12, 21-14, dalam tempo 35 menit.


Nyaris tanpa cela

Penampilan cemerlang Amri/Nita itu disempurnakan oleh permainan nyaris tanpa cacat yang diperagakan Leo/Daniel pada ganda putra saat mengalahkan Kim Won Ho/Seo Seung Jae, dalam dua gim dan dengan selisih total 17 poin.

Seperti halnya Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping pada ganda campuran, Kim/Seo yang mewakili Korea Selatan itu juga berperingkat satu dunia.

Kim/Seo menyerah 11-21, 14-21 kepada ganda putra Indonesia yang kembali dipasangkan sejak April 2026 setelah Daniel mengakhiri cedera panjang yang dideritanya sejak Piala Dunia 2025 itu.

Kim/Seo benar-benar dibuat tak berkutik oleh Leo/Daniel dan gagal mengembangkan permainan sehingga menyerah dalam waktu 35 menit.

Pasangan Indonesia yang selalu menang dalam dua gim pada nomor perseorangan Asian Games 2026 ini tampil nyaris sempurna.

Permainan servisnya sempurna sampai berulang kali dipuji komentator pertandingan sebagai baik sekali, sementara serangan-serangannya sangatlah mematikan dan nyaris tanpa cela.

Mereka juga bertahan dengan baik, walau pertahanan terbaik mereka justru adalah permainan menyerangnya yang membuat Kim/Seo terpojok dari poin ke poin.

Penampilan cemerlang mereka itu pula yang membuat ada ekspektasi besar bahwa semifinal bukanlah penampilan puncak, baik bagi Amri/Nita maupun bagi Leo/Daniel.

Sebaliknya, final akan menjadi puncak penampilan mereka guna mendapatkan hasil terbaik yang membuat "Indonesia Raya" kembali berkumandang dua kali di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, di Ichinomiya, Prefektur Aichi, Jepang.

Jika mereka tampil dalam level teknik dan mental sama seperti pada babak semifinal, maka ganda campuran Jiang Zhen Bang/Wei Yaxin dan ganda putra Liang Weikeng/Wang Chang, semestinya tidak lebih sulit untuk mereka taklukkan dari pada Feng/Huang dan Kim/Seo.

Sama-sama dari China, Jiang Zhen Bang/Wei Yaxin dan Liang Weikeng/Wang Chang sama-sama berada di peringkat ketiga dalam daftar peringkat BWF.

Kedua pasangan China itu memang tak begitu jauh dari peringkat pertama, tapi menumbangkan dua favorit terkuat medali emas Asian Games 2026 adalah modal besar yang bisa membuat Amri/Nita dan Leo/Daniel menorehkan kemenangan besar nan dominan seperti mereka lakukan pada semifinal.


Bisa ulangi prestasi 1994

Jika berhasil dalam final, maka Amri/Nita dan Leo/Daniel akan membuat Indonesia mengulang pencapaian Asian Games 1994.

Edisi 1994 adalah terakhir kalinya Indonesia merebut tiga medali emas Asian Games dari cabang bulu tangkis.

Saat itu Indonesia mendapatkan sumbangan medali emas dari beregu putra, tunggal putra Heryanto Arbi, dan ganda putra Ricky Subagja/Rexy Mainaky.

Lima hari lalu, beregu putra berhasil mengobati kegagalan Indonesia dalam merebut pada Asian Games 2022 dengan mengalahkan China dalam final.

Sukses itu juga menorehkan sejarah karena untuk pertama kali sejak Asian Games 1998, Indonesia meraih kembali medali emas Asian Games dari nomor beregu putra.

Sejarah hampir serupa berpeluang diciptakan oleh Amri/Nita.

Jika berhasil menundukkan Jiang Zhen Bang/Wei Yaxin dalam final, Amri/Nita akan menjadi ganda campuran pertama Indonesia yang dikalungi medali emas Asian Games dalam 44 tahun terakhir.

Terakhir kali Indonesia mendapatkan medali emas dari ganda campuran terjadi pada Asian Games 1982, dari sumbangan Christian Hadinata/Ivana Lie yang memenangkan final nomor tersebut dalam Asian Games edisi itu.

Leo/Daniel  berpeluang membuat catatan tak kalah hebatnya, yakni menutup kegagalan ganda putra dalam meraih medali emas pada Asian Games 2022.

Mereka juga bisa melanjutkan dominasi dan penampilan cemerlang ganda putra Indonesia dalam kebanyakan Asian Games sejak 1982.

Leo mengungkapkan kunci kemenangannya adalah evaluasi dan analisis video pertandingan sebelumnya yang dijalani lawan-lawannya, termasuk Kim/Seo.

Kunci serupa ini mungkin mereka pakai lagi untuk final, pun mungkin ditempuh oleh Amri/Nita, sehingga kita bisa menyaksikan Amri/Nita dan Leo/Daniel yang tampil semakin kuat saja.

Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.