Harapan Damai AS-Iran Angkat Sentimen Pasar Eropa

Optimisme kembali menyelimuti pasar saham Eropa seiring meningkatnya harapan akan meredanya konflik di Timur Tengah serta derasnya laporan keuangan perusahaan yang melampaui ekspektasi berhasil mendorong investor memburu saham.

Pada penutupan perdagangan Kamis, 6 Agustus 2026, waktu setempat, indeks STOXX 600 menguat 0,16 persen atau 1,05 poin ke level 658,19 setelah sempat menyentuh rekor intraday di 660,91.

Bursa utama Eropa juga bergerak positif. Indeks DAX Jerman naik tipis 0,05 persen menjadi 26.140,13, CAC 40 Prancis menguat 0,35 persen ke rekor penutupan baru 8.699,71, sedangkan FTSE 100 Inggris menjadi satu-satunya indeks utama yang melemah, turun 0,19 persen ke 10.867,89.

Penguatan bursa terutama didorong oleh meningkatnya optimisme investor terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran. Kemajuan pembahasan mengenai pembukaan kembali akses pelayaran di Selat Hormuz dinilai dapat meredakan ketegangan geopolitik di Timur Tengah, sehingga mendorong minat investor kembali ke aset berisiko.

Selain sentimen geopolitik, musim laporan keuangan juga menjadi penopang utama reli pasar. Data LSEG menunjukkan proyeksi pertumbuhan laba emiten STOXX 600 pada kuartal II kini meningkat menjadi hampir 21 persen, jauh di atas perkiraan sekitar 12,5 persen pada awal Mei. Kondisi ekonomi zona Euro yang tetap tangguh juga ikut memperkuat kepercayaan investor.

Dari sisi saham, Deutsche Telekom menjadi salah satu bintang perdagangan setelah melonjak 6,3 persen usai meningkatkan nilai program pembelian kembali saham (buyback) hingga 5 miliar Euro. Penguatan tersebut turut mengangkat sektor telekomunikasi Eropa yang naik 2,9 persen.

Sektor media juga mencuri perhatian. Saham WPP melesat 28,6 persen atau menjadi kenaikan harian terbesar sejak 1992 setelah perusahaan melaporkan pertumbuhan bisnis yang melampaui ekspektasi analis. Sementara itu, saham Renk naik 5,8 persen berkat lonjakan pesanan pada kuartal II.

Sebaliknya, saham Rheinmetall turun 3,5 persen setelah memangkas proyeksi penjualan tahun 2026.

Saham Siemens juga terkoreksi 4,5 persen karena kinerja divisi industri digitalnya belum memenuhi ekspektasi pasar, meski perusahaan tetap mencatat laba industri kuartalan tertinggi sepanjang sejarah dan menaikkan proyeksi kinerja untuk sepanjang tahun.

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.