Salma Laiqa, CNBC Indonesia
21 September 2026 11:15
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) menguat tipis pada perdagangan Senin (21/9/2026), meski pasar dibayangi penurunan ekspor produk sawit Malaysia.
Berdasarkan data Refinitiv sekitar pukul 10.00 WIB, harga CPO tercatat di posisi MYR4.913 per ton, naik sekitar 0,31% dibandingkan harga penutupan Jumat (18/9/2026) di MYR4.898 per ton.
Meski terkoreksi pada Jumat (18/9/2026), CPO masih mencatat penguatan secara mingguan. Dibandingkan posisi MYR4.814 per ton pada Jumat (11/9/2026), harga CPO naik sekitar 1,75%.
Harga CPO saat ini juga masih berada di atas rata-rata Agustus 2026. Sepanjang bulan tersebut, harga rata-rata CPO tercatat sekitar MYR4.792,26 per ton, sehingga posisi pagi ini sekitar 2,52% lebih tinggi.
Meski bergerak menguat pada awal perdagangan, sentimen dari sisi permintaan masih menjadi perhatian pasar. Data cargo surveyor Intertek Testing Services (ITS) menunjukkan ekspor produk sawit Malaysia selama 1-20 September turun 12,8% menjadi 714.012 ton, dibandingkan 819.141 ton pada periode yang sama bulan sebelumnya.
Penurunan ekspor terutama terlihat pada sejumlah pasar utama. Pengiriman ke Uni Eropa turun menjadi 140.247 ton dari 182.226 ton, sementara ekspor ke China merosot menjadi 45.000 ton dari 82.800 ton.
Di sisi lain, permintaan dari India dan kawasan anak benua justru meningkat. Ekspor ke kawasan tersebut mencapai 182.930 ton, naik dari 132.320 ton pada periode 1-20 Agustus.
Secara produk, ekspor minyak sawit mentah atau CPO Malaysia justru meningkat menjadi 194.970 ton dari 155.320 ton. Namun, penurunan pada sejumlah produk olahan membuat total ekspor secara keseluruhan tetap melemah.
CPO Masih Hadapi Tekanan
Dari sisi teknikal, analis komoditas Reuters Wang Tao menilai CPO berpotensi menguji area support MYR4.868 per ton. Jika level tersebut ditembus, harga berpotensi bergerak menuju kisaran MYR4.811-MYR4.844 per ton.
Sementara itu, level MYR4.902 per ton menjadi area penting yang perlu dipertahankan. Jika harga mampu bertahan dan melanjutkan kenaikan, CPO berpeluang menuju kisaran MYR4.931-MYR4.959 per ton.
Secara lebih luas, CPO masih berada dalam fase konsolidasi pada rentang MYR4.814-MYR5.032 per ton. Pergerakan selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan permintaan ekspor dan kemampuan harga mempertahankan level support dalam beberapa sesi ke depan.
(slm/slm)