Hari Anak Nasional, KSPL Ajak Keluarga Kenali Pentingnya Pangan Lokal dan Pola Makan Sehat

Winna Wandayani

| 25 Juli 2026, 19:59 WIB

Hari Anak Nasional, KSPL Ajak Keluarga Kenali Pentingnya Pangan Lokal dan Pola Makan Sehat

Hari Anak Nasional, KSPL Ajak Keluarga Kenali Pentingnya Pangan Lokal dan Pola Makan Sehat (AKURAT.CO/Winna Wandayani)

AKURAT.CO Koalisi Sistem Pangan Lestari (KSPL) bersama Buibu Baca Buku (BBB) Book Club menggelar Family Fun 'Food' Day di Tebet Eco Park untuk memperingati Hari Anak Nasional. Kegiatan ini mengajak keluarga mengenal pola makan sehat dan pentingnya pangan lokal melalui berbagai aktivitas interaktif.

Kepala Sekretariat KSPL, Gina Karina, mengatakan Indonesia masih menghadapi tantangan dalam mewujudkan sistem pangan yang sehat dan berkelanjutan. Salah satu tantangan utamanya adalah pergeseran pola konsumsi masyarakat dari pangan lokal ke makanan ultraproses (ultra-processed food/UPF).

"Indonesia kini masih menghadapi beragam tantangan dalam mewujudkan sistem pangan yang sehat, beragam, berkeadilan dan lestari," ujarnya, saat konferensi pers di Tebet Eco Park, Jakarta, Sabtu (25/7/2026).

Ia menyebut angka obesitas di Indonesia pada 2023 mencapai 23,4 persen. Menurut riset KSPL, dampak ekonominya diperkirakan merugikan negara lebih dari 200 miliar dolar AS sehingga peran keluarga dinilai penting dalam membentuk pola makan sehari-hari.

Kegiatan tersebut melibatkan ibu, ayah dan anak dalam sejumlah permainan bertema pangan lokal dan gizi seimbang. Peserta mengikuti tantangan menyusun menu sesuai pedoman Isi Piringku, mengenali rempah dan bahan pangan lokal, hingga menyelesaikan puzzle bertema pangan.

Partnership and Community Lead BBB Book Club, Meita Eryanti, menilai perubahan menuju sistem pangan yang lebih baik dapat dimulai dari lingkungan keluarga. Menurutnya, kebiasaan sederhana di rumah memiliki peran penting dalam membentuk pola konsumsi yang lebih sehat.

"Sebagai komunitas yang percaya bahwa ibu adalah agen perubahan terkuat di dalam keluarga, kami yakin bahwa perubahan sistem pangan yang nyata dimulai dari dapur, dari pilihan-pilihan sederhana yang dibuat setiap hari oleh seorang ibu dan keluarganya," katanya.

Sebanyak 15 keluarga mengikuti kompetisi yang terdiri dari empat pos permainan. Empat keluarga dengan nilai tertinggi kemudian melaju ke babak kuis bertema pangan lokal, dengan tim Garang Asem keluar sebagai juara.

Ketua Tim Garang Asem, Dhenny Ajie, mengatakan kegiatan tersebut memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya pangan lokal dalam kehidupan sehari-hari. Ia berharap kegiatan serupa dapat menjangkau lebih banyak keluarga agar kesadaran terhadap pangan lokal semakin meningkat.

Selain kompetisi, pengunjung juga dapat mengikuti sesi membaca di mini library dan mencicipi berbagai olahan pangan lokal. Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap semakin banyak keluarga menerapkan pola makan sehat sekaligus mendukung pemanfaatan pangan lokal dalam kehidupan sehari-hari.