Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:29 WIB
Agam, VIVA – Warga Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar), dibuat resah dengan kemunculan Harimau Sumatra di sekitar permukiman.
Baca Juga
Satwa dilindungi itu bahkan berkeliaran tak jauh dari sejumlah fasilitas publik, termasuk sekolah. Kemunculan harimau tersebut terungkap setelah dua ekor kambing milik warga menjadi korban terkaman pada Senin sore, 10 Agustus 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar langsung turun ke lokasi untuk memastikan laporan tersebut.
Baca Juga
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Ristianto Pribadi mengatakan, petugas menemukan satu kambing mati di dalam kandang dengan luka gigitan pada bagian leher. Sementara kambing lainnya diduga diseret harimau ke semak-semak.
“Pada hari Senin, 10 Agustus 2026, pukul 16.30 WIB Balai KSDA Sumbar menerima laporan dari masyarakat bahwa 2 ekor kambing milik warga menjadi korban terkaman Harimau Sumatera. Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) segera turun ke lapangan untuk verifikasi,” kata Ristianto, dikutip Kamis, 13 Agustus 2026.
Baca Juga
Yang membuat warga semakin khawatir, lokasi serangan berada dekat dengan fasilitas umum. Jaraknya hanya sekitar 50 meter dari belakang SDN 10 Palimbatan, sekitar 100 meter dari SMP Negeri 1 Palupuh, dan kurang lebih 150 meter dari Masjid Syukra.
Kondisi tersebut membuat BKSDA Sumbar mengambil langkah cepat untuk mencegah terjadinya konflik lebih lanjut. Apalagi, interaksi negatif harimau dengan warga sebelumnya juga pernah terjadi pada 31 Juli 2026, ketika anjing dan kambing milik warga menjadi korban.
Petugas kemudian memasang perangkap berupa box trap pada Selasa, 11 Agustus 2026 sekitar pukul 18.00 WIB. Upaya tersebut ternyata tidak berlangsung lama. Sekitar pukul 19.45 WIB, penjaga SDN 10 Palimbatan melaporkan adanya harimau yang masuk ke dalam perangkap.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tim BKSDA Sumbar kemudian bergerak melakukan evakuasi dengan melibatkan personel Polsek Palupuh. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan warga sekaligus mencegah satwa mengalami risiko selama proses pemindahan.
“Tim Balai KSDA Sumatra Barat, saat ini telah melakukan evakuasi terhadap Harimau Sumatera tersebut dengan berkoordinasi bersama Polsek Palupuh untuk memastikan proses evakuasi berlangsung aman dan terkendali. Evakuasi dilakukan dengan mengutamakan keselamatan masyarakat sekaligus meminimalkan risiko terhadap satwa,” ujar Ristianto.
Halaman Selanjutnya
Harimau Sumatra tersebut selanjutnya dititipkan di lembaga konservasi. Tim medis dan dokter hewan akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui kondisi kesehatan satwa sebelum menentukan penanganan berikutnya.