Helikopter water bombing dikerahkan padamkan karhutla di Banyuasin dan Ogan Ilir
Jumat, 31 Juli 2026 20:26 WIB
Kegiatan water bombing di wilayah Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. ANTARA/HO/BPBD Sumsel
Palembang (ANTARA) - Tim gabungan masih melanjutkan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin, dan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, karena api di kedua lokasi tersebut masih menyisakan asap.
Kepala Bidang Penanganan Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan (Sumsel) Sudirman di Palembang, Jumat, mengatakan pemadaman dilakukan melalui jalur darat dan udara dengan mengerahkan empat helikopter water bombing.
Hingga akhir pemadaman sore kemarin (30/1) oleh helikopter water bombing, karhutla di Rantau Bayur dan Pemulutan masih berasap.
Sudirman menjelaskan pemadaman di Rantau Bayur dilakukan dengan 147 kali pengeboman air (water bombing) menggunakan tiga helikopter. Luas lahan yang terbakar di wilayah tersebut diperkirakan mencapai 2-3 hektare.
Sementara di Pemulutan, helikopter melakukan 52 kali pengeboman air untuk memadamkan karhutla di lahan seluas sekitar 5-7 hektare.
Selain pemadaman melalui udara, tim gabungan juga melakukan penanganan melalui jalur darat di Pemulutan. Personel BPBD Sumsel dan Ogan Ilir, TNI, Polri, serta Manggala Agni, dikerahkan untuk mengatasi kebakaran.
"Upaya itu baru berhasil memadamkan sekitar empat hektare," kata Sudirman.
Lebih lanjut ia mengatakan melalui jalur darat juga dilakukan di wilayah Muara Medak, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Penanganan di lokasi tersebut mendapat bantuan helikopter dari swasta dan turut terbantu hujan yang turun pada sore hari.
Sudirman mengatakan luas lahan yang terbakar di Muara Medak mencapai sekitar 20 hektare. Lokasi tersebut merupakan kawasan lahan gambut tebal, sehingga proses pemadaman dan pendinginan masih terus dilakukan.
Lahan yang terbakar di Muara Medak terjadi di lahan gambut tebal. Pemadaman dan pendinginan terus dilaksanakan oleh tim gabungan.
Sementara itu karhutla di Sekayu, Muba, seluas satu hektare dan Jejawi, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), seluas satu hektare, telah berhasil dipadamkan.
Karhutla di Desa Suka Maju, Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muara Enim, juga berhasil dipadamkan setelah terbakar sejak 24 Juli 2026.
"Pemadaman karhutla di Desa Suka Maju, Kecamatan Sungai Rotan, sejak terbakar 24 Juli lalu juga sudah berhasil dipadamkan. Luas lahan yang terbakar mencapai 8,5 hektare," kata Sudirman.
Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah lokasi untuk memastikan tidak terdapat titik api baru dan mencegah kebakaran kembali meluas.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Masih berasap, tim gabungan lanjutkan pemadaman dua karhutla di Sumsel
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026