Herpes zoster vs herpes genital, apa bedanya? Ini penjelasannya

Jakarta (ANTARA) - Istilah herpes sering digunakan untuk menyebut berbagai penyakit yang ditandai dengan munculnya lepuhan atau luka pada kulit. Padahal, herpes zoster dan herpes genital merupakan dua kondisi yang berbeda, mulai dari virus penyebab, lokasi munculnya gejala, cara penularan hingga karakteristik penyakitnya.

Herpes zoster disebabkan oleh varicella-zoster virus (VZV), yaitu virus yang juga menyebabkan cacar air. Sementara itu, herpes genital disebabkan oleh herpes simplex virus (HSV), terutama HSV-2 dan dalam sejumlah kasus HSV-1.

Lantas, apa perbedaan herpes zoster dan herpes genital yang perlu diketahui? Berikut penjelasannya, merangkum dari CDC AS dan WHO serta sumber-sumber lain.

Apa itu herpes zoster?

Herpes zoster atau yang dikenal sebagai cacar ular terjadi ketika virus varicella-zoster yang sebelumnya tidak aktif di dalam tubuh kembali aktif. Virus tersebut dapat tetap berada di dalam tubuh setelah seseorang pernah mengalami cacar air.

Herpes zoster lebih sering terjadi pada orang berusia di atas 50 tahun. Risiko juga dapat meningkat pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang melemah atau memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Gejala khas herpes zoster biasanya berupa rasa nyeri, terbakar, kesemutan atau gatal yang muncul beberapa hari sebelum ruam. Setelah itu, muncul lepuhan berisi cairan yang umumnya membentuk pola seperti garis pada satu sisi tubuh atau wajah.

Ruam herpes zoster biasanya mengering dan menjadi keropeng dalam sekitar 7 sampai 10 hari, kemudian dapat sembuh dalam waktu dua sampai empat minggu. Pada sebagian orang, nyeri saraf dapat tetap berlangsung selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun setelah ruam menghilang. Kondisi ini disebut neuralgia pascaherpes.

Baca juga: Pakar imbau vaksinasi dini untuk cegah komplikasi serius herpes zoster

Apa itu herpes genital?

Herpes genital merupakan salah satu infeksi menular seksual yang disebabkan oleh HSV-1 atau HSV-2. HSV-2 menjadi penyebab utama herpes genital, meskipun HSV-1 juga dapat menyebabkan infeksi di area genital, terutama melalui kontak seksual oral.

Gejalanya dapat berupa lepuhan atau luka yang terasa nyeri di sekitar alat kelamin, anus atau area di sekitarnya. Pada infeksi pertama, seseorang juga dapat mengalami demam, nyeri tubuh atau pembengkakan kelenjar getah bening.

Berbeda dengan herpes zoster yang biasanya muncul sebagai ruam pada satu sisi tubuh, herpes genital dapat mengalami kekambuhan pada area genital atau sekitarnya. Namun, banyak orang dengan infeksi HSV tidak mengalami gejala atau hanya mengalami gejala ringan sehingga tidak menyadari dirinya terinfeksi.

Perbedaan herpes zoster dan herpes genital

Perbedaan pertama terletak pada virus penyebabnya. Herpes zoster disebabkan oleh VZV, sedangkan herpes genital disebabkan oleh HSV-1 atau HSV-2.

Dari pola penyakitnya, herpes zoster merupakan reaktivasi virus cacar air yang sebelumnya berada dalam kondisi tidak aktif. Sementara herpes genital merupakan infeksi HSV yang dapat menetap di dalam tubuh dan mengalami kekambuhan.

Lokasi dan bentuk ruam juga dapat berbeda. Herpes zoster umumnya muncul pada satu sisi tubuh dalam pola menyerupai garis dan sering disertai nyeri yang cukup kuat. Herpes genital lebih banyak menimbulkan lepuhan atau luka di sekitar alat kelamin dan anus.

Cara penularannya juga berbeda. Herpes zoster tidak menular sebagai herpes zoster kepada orang lain. Namun, cairan dari lepuhan herpes zoster dapat menularkan virus VZV kepada orang yang belum pernah terkena cacar air atau belum mendapatkan vaksin cacar air. Orang tersebut kemudian dapat mengalami cacar air, bukan herpes zoster.

Sementara itu, herpes genital dapat menular melalui kontak seksual dengan orang yang terinfeksi. Penularan juga dapat terjadi ketika tidak terdapat luka yang terlihat karena virus dapat menyebar dari kulit atau area genital tanpa gejala.

Baca juga: Pernah cacar air bisa kena herpes zoster? Ini penjelasannya

Apakah herpes zoster dan herpes genital bisa disembuhkan?

Kedua kondisi tersebut sama-sama dapat ditangani dengan obat antivirus, tetapi pengobatannya perlu disesuaikan dengan jenis infeksi dan kondisi pasien.

Pada herpes zoster, pemberian obat antivirus sejak awal munculnya gejala dapat membantu mengurangi tingkat keparahan dan durasi penyakit. Penanganan dini juga penting untuk mengurangi risiko komplikasi.

Sementara pada herpes genital, obat antivirus dapat membantu memperpendek atau mencegah kekambuhan serta mengurangi risiko penularan kepada pasangan. Namun, obat tersebut tidak menghilangkan virus HSV yang telah menetap di dalam tubuh.

Karena gejala kedua penyakit dapat menyerupai sejumlah kondisi kulit lainnya, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan diperlukan untuk memastikan diagnosis, terutama ketika muncul lepuhan, luka atau ruam yang tidak biasa.

Herpes zoster juga membutuhkan perhatian segera apabila ruam muncul di sekitar mata karena dapat menyebabkan komplikasi pada mata dan mengganggu penglihatan.

Dengan demikian, herpes zoster dan herpes genital bukanlah penyakit yang sama meskipun sama-sama menggunakan istilah herpes. Memahami perbedaan virus penyebab, gejala dan cara penularannya penting agar penanganan dapat dilakukan secara tepat dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Baca juga: Winter aespa absen konser di Dallas, didiagnosis "herpes zoster"

Baca juga: Winter aespa didiagnosis cacar ular, apa itu herpes zoster?

Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.