Surabaya (ANTARA) - Sejumlah komunitas motor mengikuti Honda Community Convoy Merdeka 2026 di Surabaya, Jawa Timur, memaknai kemerdekaan Republik Indonesia, dengan menjelajahi sejarah wilayah setempat, Minggu.
Marketing Communication & Development Division Head MPM Honda Jatim Suhari di Surabaya mengatakan kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat keterlibatan dan kebersamaan antarkomunitas.
"Sekaligus mengajak komunitas Honda terus aktif menghadirkan kegiatan yang positif dan bermanfaat," katanya.
Ia mengatakan, terdapat enam komunitas yang berpartisipasi yaitu HPCI Surabaya, HPCI Sidoarjo, HPCI Gresik, HAPC Surabaya, HPBC Sidoarjo, dan Surabaya Honda Community.
"Sebanyak 35 sepeda motor digunakan peserta untuk menjelajah berbagai sudut Kota Surabaya dalam rangkaian Rolling City dengan semangat merah putih," katanya.
Ia mengatakan, menggunakan atribut bernuansa kemerdekaan, peserta memulai perjalanan dari MPM Simpang Surabaya.
Rute Convoy Merdeka disiapkan di sejumlah titik dengan berbagai tema, mulai dari Merah Putih Point, Landmark Kota, Heritage Point, Local Vibes Point, Scenic Point, Community Point, hingga Freedom Point.
"Peserta mengunjungi Tugu Pahlawan, Museum 10 Nopember, dan Museum Pendidikan," katanya.
Perjalanan kemudian berlanjut ke sejumlah landmark kota seperti Siola, Taman Bungkul, dan Bambu Runcing, serta menyusuri kawasan heritage Jalan Tunjungan dan Hotel Majapahit.
"Peserta juga diajak menjelajahi Museum Pemkot Surabaya untuk mengenal lebih dekat sejarah dan perkembangan Kota Surabaya," ujarnya.
Eksplorasi berlanjut dengan menikmati nuansa lokal di Kalimas Halaman 78 dan Joglo Merah Putih sebagai Scenic Point. Sementara Museum Dr. Soetomo menjadi Community Point yang mempertemukan peserta dalam suasana kebersamaan. Rangkaian perjalanan.
"Kemudian ditutup dengan kembali ke MPM Simpang Surabaya sebagai Freedom Point," katanya.
Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.