Jakarta (ANTARA) - Kementerian Sosial menyalurkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar ribuan warga yang terdampak kemarau di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam keterangan di Jakarta, Kamis, mengatakan bantuan tersebut disiagakan dan didistribusikan secara intensif untuk mengantisipasi krisis air yang terus meluas akibat belum turun hujan sejak Mei 2026.
“Sekarang distribusi dilakukan agar kebutuhan air bersih warga terdampak tetap terpenuhi selama kekeringan berlangsung,” kata dia.
Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Sosial melaporkan bantuan air bersih tersebut menyasar 7.973 jiwa atau 2.681 kepala keluarga (KK). Mereka merupakan warga penyintas kekeringan di 22 desa pada sembilan kecamatan di Kabupaten Pangandaran.
Kemensos dalam distribusi tersebut menggunakan satu truk tangki air dan enam tandon, berikut enam paket alat penjernih air untuk penampungan warga.
Peta lokasi distribusi awal, penempatan tandon, serta instalasi alat penjernih air dipusatkan di Desa Limusgede, Kecamatan Cimerak, yang menjadi salah satu area terdampak paling parah dengan 2.561 jiwa terdampak.
Selain Cimerak, wilayah lain yang turut melapor krisis air mencakup Kecamatan Kalipucang dengan 2.231 jiwa terdampak, Parigi dengan 1.708 jiwa, serta Kecamatan Cijulang, Cigugur, Sidamulih, Pangandaran, Padaherang, dan Mangunjaya.
“Distribusi air akan terus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan warga. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan petugas di lapangan untuk melihat titik-titik yang perlu segera ditangani,” kata dia.
Dia mengapresiasi gerak cepat Pemerintah Kabupaten Pangandaran dalam merespons kedaruratan, dengan menerapkan Status Tanggap Darurat Kekeringan yang berlaku aktif hingga 30 September 2026 sehingga dukungan pemulihan bisa lebih cepat dan tepat.
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.