Hypernet Technologies Rilis TokenKu.ai, Gateway Terpusat untuk 120 Model AI

Jakarta -

Hypernet Technologies, perusahaan Managed Service Provider (MSP) di bawah naungan XLSMART, resmi meluncurkan TokenKu.ai. Platform managed AI marketplace ini mengusung filosofi "Satu Gateway untuk Semua Model AI" guna membantu korporasi mengelola akses, tata kelola, dan pengeluaran kecerdasan buatan (AI) secara terpusat dengan dukungan penagihan rupiah dan faktur pajak resmi.

Peluncuran platform ini menjawab maraknya tren Bring Your Own AI (BYOAI)--perilaku karyawan yang memanfaatkan alat AI secara mandiri tanpa strategi dan tata kelola resmi dari perusahaan. Ketiadaan pengawasan ini rentan memicu pembengkakan biaya akibat konsumsi token yang tak terpantau, sekaligus menyulitkan tim keuangan dalam merekonsiliasi tagihan kartu kredit valuta asing dari beragam penyedia AI.

TokenKu.ai mengatasi kompleksitas tersebut dengan menyederhanakan proses pembayaran ke dalam satu invoice resmi berfaktur pajak rupiah. Lewat gateway terpusat ini, manajemen memiliki visibilitas real-time untuk memantau konsumsi token, membagikan virtual API key, hingga menetapkan batas belanja bulanan (budget cap) per individu maupun divisi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akses 120+ Model AI Tanpa Kerumitan Administrasi

Melalui satu portal marketplace, pengguna dapat mengakses lebih dari 120 model AI dari pengembang global terkemuka seperti OpenAI, Anthropic, Google, dan Meta. Sistem ini menghapuskan kerumitan pengelolaan banyak akun, negosiasi lisensi individual, maupun keterikatan kontrak vendor terpisah.

CEO Hypernet Technologies, Sudianto Oei, menegaskan bahwa TokenKu.ai dirancang untuk memberi ketenangan bagi manajemen dalam mengadopsi AI secara efisien.

"Dengan TokenKu.ai, manajemen bisa memiliki kontrol penuh atas akses, tata kelola, dan biaya operasional agar lebih tenang dalam mengadopsi AI. Tim internal pun tidak perlu mengurusi administrasi secara mandiri, sehingga setiap personel bisa lebih fokus memaksimalkan potensi AI untuk mendorong pertumbuhan bisnis," ujar Sudianto.

Lonjakan Produktivitas dan Target Sektor Prioritas

Pemanfaatan AI terbukti mendongkrak efisiensi kerja di Indonesia. Laporan PwC Global Workforce Hopes and Fears Survey 2025 mencatat 96% pekerja Indonesia yang menggunakan AI generatif secara harian merasa lebih produktif. Sementara itu, studi Strand Partners untuk AWS (2026) mengungkapkan bahwa 75% bisnis di Tanah Air yang mengadopsi AI mencatatkan kenaikan produktivitas terukur--bahkan melonjak hingga 84% pada perusahaan yang mengimplementasikan agentic AI.

Pada tahap awal, TokenKu.ai akan berfokus melayani sektor-sektor dengan standar kepatuhan data dan efisiensi operasional tinggi, seperti Telekomunikasi, Media, & Teknologi (TMT), Jasa Keuangan, serta Ritel, sebelum diperluas ke berbagai lini industri lainnya.

(asj/asj)

TAGS

LIHAT LAINNYA