I.League akan mengevaluasi di setiap laga terkait kehadiran suporter away
Rabu, 26 Agustus 2026 21:19 WIB
Direktur Utama I.League Ferry Paulus (tengah) pada acara Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Jakarta Selatan, Rabu (26/8/2026). (ANTARA/Zaro Ezza Syachniar)
Jakarta (ANTARA) - Operator kompetisi sepak bola Indonesia I.League memastikan pihaknya akan melakukan evaluasi pada setiap laga terkait kehadiran suporter away atau tim tamu untuk kompetisi musim 2026/27.
Musim ini akan menjadi musim pertama suporter tim tamu kembali bisa hadir, setelah kehadiran suporter tandang dilarang sejak adanya Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022.
"Tentunya day by day, pertandingan per pertandingan kita pasti akan melakukan evaluasi. Tetapi evaluasi itu lebih kepada 'reinforcement' atau katakanlah penyegaran, pendampingan, dan asistensi saja. Karena sejatinya hukuman itu bukan ada di kami, hukuman itu adanya di Komdis atau di badan yudisial lainnya," jelas Direktur Utama I.League Ferry Paulus pada acara Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Jakarta Selatan, Rabu.
Pada musim 2026/27, I.League mengizinkan suporter tim tamu hadir dalam kompetisi sepak bola di Indonesia. Namun, pada penerapannya, kehadiran suporter tim tamu tak akan dipukul rata untuk seluruh pertandingan.
Klub-klub yang memiliki sejarah rivalitas tinggi seperti Persib Bandung dengan Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya dengan Arema FC, tetap tak mendapatkan restu soal kehadiran suporter tim tamu.
"Yang masih punya rivalitas tinggi, bukan hanya kita membuat regulasi. Saya punya keyakinan pihak kepolisian juga akan melarang," ujar dia.
Ferry mengatakan kebijakan tersebut telah disepakati dalam RUPS dan disampaikan kepada para pemilik klub, dengan tanggung jawab sepenuhnya diberikan kepada klub.
"Suporter away sudah diizinkan dengan catatan. Yang paling signifikan, tanggung jawab sepenuhnya ada di suporter di bawah pengendalian klub itu sendiri," kata Ferry.
Adapun, menjelaskan alasan kuat mengapa suporter tim tamu kembali dihadirkan, Ferry mengatakan keputusan itu didasarkan pada pengalaman hubungan antarsuporter dalam sejumlah pertandingan sebelumnya yang berlangsung tanpa persoalan.
Ia mencontohkan suporter Persebaya yaitu Bonek Mania yang datang ke Jakarta dan suporter Persija yaitu Jakmania yang berkunjung ke Surabaya.
"Modal itulah yang kita sampaikan ke FIFA dan terutama ke PSSI untuk bisa diberikan izin ini," tutur Ferry.
Kompetisi Super League musim ini akan dibuka dengan pertandingan antara Arema FC melawan Isenmulang Kalteng FC pada 4 September, sementara kompetisi Championship dimulai pada 11 September antara PSIS Semarang melawan PSPS Pekanbaru.
Pewarta : Zaro Ezza Syachniar
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026