Jakarta (ANTARA) – PT Integrasi Aviasi Solusi (IAS) menegaskan komitmennya mempercepat transformasi bisnis dan penguatan sinergi antaranak usaha melalui Rapat Pimpinan (Rapim) IAS Group bertema "Satukan Langkah Bangun Sinergi" sebagai upaya mendukung agenda transformasi badan usaha milik negara (BUMN) yang diinisiasi Danantara dan Kementerian BUMN.
Rapat yang dihadiri Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) Maya Watono, jajaran direksi IAS, pimpinan anak perusahaan, dan manajemen IAS Group tersebut menjadi forum penyelarasan strategi perusahaan agar sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam membangun BUMN yang sehat, kompetitif, adaptif, dan mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Direktur Utama InJourney Maya Watono mengatakan konsolidasi yang dijalankan IAS menjadi fondasi penting untuk membangun perusahaan jasa aviasi yang lebih kuat dan mampu menjawab dinamika industri penerbangan.
"Langkah konsolidasi yang dijalankan IAS merupakan fondasi penting dalam membangun perusahaan jasa aviasi yang lebih kuat, lebih lincah, dan mampu menjawab dinamika industri penerbangan yang terus berkembang," ujar Maya.
Ia menegaskan transformasi tidak hanya mencakup penggabungan entitas bisnis, tetapi juga perubahan pola pikir, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan tata kelola perusahaan. Menurut dia, IAS memiliki potensi menjadi perusahaan penyedia layanan aviasi terintegrasi berkelas dunia (World-Class Single Aviation Services Company) dengan standar layanan internasional.
Maya juga menekankan pentingnya komitmen seluruh insan IAS terhadap keunggulan operasional dan pelayanan kepada pelanggan dengan mengedepankan semangat Zero Tolerance Operational Failure.
Sementara itu, Direktur Utama IAS Tri Andayani mengajak seluruh pimpinan IAS Group memperkuat kolaborasi dan menghilangkan sekat antarunit usaha agar proses integrasi berjalan lebih efektif.
Menurut Tri, percepatan merger harus diiringi budaya kerja yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil sehingga mampu melahirkan perusahaan aviasi yang lebih efisien dan berdaya saing global.
"Kita memiliki komitmen penuh untuk menuntaskan proses integrasi IAS Group sehingga mampu melahirkan perusahaan aviasi yang semakin kuat, semakin efisien, dan mampu menjadi pemain kelas dunia dengan standar layanan terbaik," katanya.
Dalam rapat tersebut, IAS Group juga mengevaluasi kinerja perusahaan serta membahas langkah strategis menghadapi tantangan industri aviasi, termasuk penguatan implementasi transformasi pascakonsolidasi berbagai entitas usaha.
Perusahaan menyatakan integrasi dilakukan untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat kapabilitas dalam menyediakan layanan aviasi yang terintegrasi, mulai dari ground handling, kargo dan logistik, hospitality, operation support, hingga layanan properti.
Selain itu, IAS Group menegaskan komitmen memperkuat penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG), manajemen risiko, transformasi digital, pengembangan sumber daya manusia, serta peningkatan kualitas layanan sebagai bagian dari upaya mendukung agenda transformasi BUMN dan memperkuat daya saing industri aviasi nasional.
Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.