IDAI Sumut Gelar PCU XIV dan Hari Anak Nasional 2026: Dorong Penanganan Jantung Anak Berbasis Riset

Bagikan:

MEDAN — Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumatera Utara menyelenggarakan simposium ilmiah bergengsi Pediatric Cardiology Update (PCU) XIV yang dirangkaikan dengan Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan (PKB) XVI IDAI Sumut.

Kegiatan yang berlangsung pada 22–24 Juli 2026 di Hotel Santika Premiere Dyandra, Medan, ini mengusung tema "From Bench to Bedside: Comprehensive Management for Cardiac Problems in Children" (Dari Laboratorium ke Pelayanan Klinis: Manajemen Komprehensif untuk Masalah Jantung pada Anak).

Konferensi ilmiah ini digelar sebagai bentuk komitmen berkelanjutan IDAI dalam meningkatkan kualitas penanganan dan tata laksana penyakit jantung pada anak di Indonesia.

Dorong Riset Laboratorium Langsung Dirasakan Pasien

Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI, Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp. Kardio(K), menegaskan pentingnya kolaborasi antara ilmuwan dan praktisi klinis untuk mengatasi kompleksitas penyakit jantung bawaan (PJB) pada anak.

"Kita harus memastikan setiap temuan riset dan kemajuan teknologi di laboratorium dapat segera diterjemahkan menjadi manfaat nyata di sisi tempat tidur pasien. Ini adalah kunci untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit jantung pada anak," ujar Dr. Piprim dalam keterangannya, Rabu (23/7/2026).

Ia juga menyoroti tantangan utama layanan kardiologi anak di Indonesia, yakni belum meratanya akses serta terbatasnya jumlah dokter spesialis konsultan kardiologi anak.

"Acara seperti PCU ini menjadi wadah vital untuk berbagi pengetahuan dan keterampilan terkini, terutama dalam deteksi dini, penanganan gawat darurat, hingga intervensi berbasis bukti terbaru," tambahnya.

BACA JUGA:


Penguatan Kapasitas Dokter dan Edukasi Masyarakat

Senada dengan hal tersebut, Ketua IDAI Sumut, dr. Rizky Adriansyah, M.Ked(Ped), Sp.A, Subsp. Kardio(K), menyampaikan bahwa simposium ini menghadirkan pakar nasional maupun internasional. Pembahasan mencakup teknologi pencitraan medis mutakhir seperti Cardiac CT dan MRI, manajemen hipertensi pulmonal, hingga gagal jantung pada remaja.

Namun, dr. Rizky mengingatkan bahwa penanganan penyakit jantung anak tidak hanya berfokus pada tindakan medis di rumah sakit.

"Tantangan di lapangan juga mencakup edukasi masyarakat mengenai pencegahan penyakit, seperti Demam Rematik yang dapat merusak katup jantung anak," jelas dr. Rizky.

Sementara itu, Ketua Panitia PCU XIV dan PKB XVI IDAI Sumut, dr. Hafaz Zakky Abdillah, M.Ked(Ped), Sp.A, Subsp. Kardio(K), menjelaskan bahwa rangkaian acara dirancang secara interaktif dan komprehensif. Selain sesi pleno, panitia menyelenggarakan workshop praktik serta sesi presentasi ilmiah poster.

"Kami mengusung pendekatan multidisiplin, termasuk pembahasan nutrisi khusus dan komplikasi neurologis pada pasien Penyakit Jantung Bawaan (PJB)," kata dr. Hafaz.

Pemanfaatan AI, Telemedicine, dan Peluncuran Panduan Nutrisi

Dalam rangkaian simposium, IDAI turut menyoroti adaptasi teknologi modern seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan telemedicine untuk menjembatani kesenjangan layanan kardiologi anak di daerah terpencil.

"Teknologi harus kita gunakan untuk menjembatani kesenjangan layanan. Program ini menyiapkan dokter anak agar beradaptasi dengan kemajuan zaman, termasuk memanfaatkan AI untuk diagnosis dan pemantauan jarak jauh," terang Dr. Piprim.

Sesi ilmiah hari pertama menghadirkan pakar internasional seperti Dr. Leong Ming Chern dari Malaysia yang mengupas peran Cardiac CT dan MRI, serta Dr. Rahmat Budi Kuswiyanto yang membahas ekokardiografi pasca-intervensi.

Hari kedua diisi diskusi manajemen dini bayi dengan Patent Ductus Arteriosus (PDA) dan Hipertensi Pulmonal Persisten pada Neonatus (PPHN) bersama pakar kardiologi Hasri Samion, MD.

Selain itu, IDAI secara resmi meluncurkan Panduan Tatalaksana Nutrisi IDAI yang dipandu oleh dr. Hafaz Zakky Abdillah dan dr. Yoga Devaera. Panduan ini menjadi solusi atas permasalahan malnutrisi yang sering dialami oleh anak-anak penderita PJB.

Puncak Hari Anak Nasional 2026: Bakti Sosial di Danau Toba

Sebagai penutup rangkaian acara, IDAI Sumut menggelar perayaan Puncak Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, pada Sabtu (25/7/2026).

Kegiatan ini diisi dengan aksi bakti sosial dan skrining kesehatan bagi masyarakat di kawasan Danau Toba. Sebanyak 200 dokter spesialis anak diterjunkan untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada 600 anak, termasuk skrining awal penyakit jantung bawaan.

Langkah ini diharapkan dapat menekan angka kematian bayi di Indonesia sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan anak sejak dini.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+