IHSG Naik Hampir 2 Persen, Ungguli Bursa Asia yang Mayoritas Terkoreksi

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan awal pekan di zona hijau dengan kenaikan yang cukup signifikan. Pada penutupan perdagangan Senin (13/7/2026), IHSG menguat 113,48 poin atau 1,92% ke level 6.037, berbanding terbalik dengan mayoritas bursa saham Asia yang justru mengalami pelemahan.

Berdasarkan data RTI Infokom, nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp12,15 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 26,32 miliar saham. Aktivitas perdagangan tersebut didominasi oleh saham-saham yang menguat.

Sebanyak 377 saham ditutup di zona hijau, sementara 250 saham melemah dan 167 saham lainnya bergerak stagnan.

Baca Juga: IHSG Masuk Zona Merah, Pasar Tunggu Sinyal Suku Bunga The Fed

Penguatan IHSG ditopang oleh mayoritas sektor saham. Tercatat sembilan dari 11 sektor indeks berakhir menguat, dengan sektor energi memimpin kenaikan sebesar 2,5%. Di sisi lain, sektor kesehatan menjadi pemberat utama setelah terkoreksi 0,4%.

Pergerakan positif IHSG menjadi perhatian karena terjadi ketika sebagian besar bursa saham di kawasan Asia justru bergerak melemah.

Indeks Nikkei 225 Jepang ditutup turun 1,92%, Shanghai Composite China terkoreksi 2,06%, sedangkan Straits Times Singapura melemah 0,11%. Hanya indeks Hang Seng Hong Kong yang masih mampu mencatat kenaikan tipis sebesar 0,16%.

Sementara itu, sentimen di pasar global cenderung lebih positif. Bursa saham Eropa bergerak di zona hijau dengan indeks DAX Jerman menguat 0,19% dan FTSE 100 Inggris naik 0,19%.

Kondisi serupa juga terlihat di Wall Street. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,29%, NASDAQ Composite menguat 0,29 persen, sedangkan S&P 500 bertambah 0,42%.

"IHSG berhasil ditutup menguat 113,48 poin atau naik 1,92 persen ke level 6.037 pada perdagangan Senin (13/7/2026). Penguatan tersebut terjadi di tengah pelemahan mayoritas bursa saham Asia, dengan sektor energi menjadi kontributor kenaikan terbesar," berdasarkan data perdagangan RTI Infokom.

Baca Juga: IHSG Masih Berpotensi Bergerak Terbatas, Konsumsi Domestik Jadi Harapan

Kinerja tersebut menunjukkan pasar saham domestik mampu bergerak lebih baik dibanding sebagian besar pasar regional pada awal pekan, didukung dominasi saham-saham yang menguat serta tingginya aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia.