Iklan Adidas Tampilkan Eks Tentara IDF, Dokter Palestina: Minta Maaf tak Cukup, Harus Diboikot! |Republika Online

Promosi Adidas yang menampilkan eks tentara IDF Shalev Biton .

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Permintaan maaf brand perlengkapan olahraga raksasa asal Jerman, Adidas, atas tampilnya seorang mantan tentara Israel dalam kampanye iklan layanan sepatu tunggal bagi penyandang disabilitas dinilai tidak cukup. Salah seorang warga sekaligus  tenaga medis asal Palestina, drg Ahmad Khaled Mahmoud Humidat, mengimbau agar masyarakat memboikot perusahaan tersebut. 

“Karena kan orang seperti ini (mantan tentara Israel),  dia membuat orang banyak cacat. Membunuh banyak orang. Mereka minta maaf terus bagaimana sedangkan iklannya masih ada. Perusahaan-perusahaan seperti ini harus diboikot,”kata dokter gigi lulusan Universitas Airlangga tersebut saat berbincang dengan Republika di Jakarta, Selasa(8/9/2026).

Iklan Adidas memperlihatkan mantan tentara Israel, Shalev Biton, sedang mencoba sepatu di sebuah gerai di Israel. Dia lalu memakainya untuk berlari di luar ruangan. Biton kehilangan kakinya akibat luka yang dialami selama konflik Israel-Gaza pada 2021, ketika tentara Israel memborbardir wilayah kantong terisolasi itu dalam serangan selama sebelas hari. Menurut Humidat, apa yang dirasakan Biton tidak sepadan dengan penderitaan warga Palestina.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan antara 5.000 hingga 6.000 warga di Gaza telah menjalani amputasi hingga awal Oktober 2025, ketika Israel dan Hamas menandatangani kesepakatan "gencatan senjata". Mereka termasuk di antara 42 ribu warga Palestina di Gaza yang mengalami cedera permanen selama konflik dua tahun tersebut.

Humidat yang menjalani studi di Indonesia dengan beasiswa dari Dikti dan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) menyatakan, boikot merupakan salah satu senjata yang kuat. Dengan memboikot brand impor, ujar Humidat, industri sepatu lokal di Indonesia justru bisa memiliki kesempatan untuk berkembang."Indonesia kan banyak penduduknya, jadi pasar yang besar,"kata dia.

Menurut Humidat, seharusnya Adidas menarik iklan tersebut kemudian membuat kampanye untuk korban perang di Palestina yang harus menderita cacat karena serangan tentara Israel.