Imigrasi Banda Aceh layani 12 permohonan paspor dalam program pasporia

Kami kembali menghadirkan inovasi pelayanan publik yang ramah dan proaktif melalui kegiatan pelayanan pasporia

Banda Aceh (ANTARA) - Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh melayani 12 permohonan paspor dalam program paspor minggu ceria (pasporia) yang khusus digelar setiap akhir pekan.

Kepala Kantor Imigrasi Banda Aceh Bambang Tri Cahyono di Banda Aceh, Minggu, mengatakan layanan jemput bola tersebut digelar di area hari bebas kendaraan atau car free day (CFD) di Banda Aceh.

"Kami kembali menghadirkan inovasi pelayanan publik yang ramah dan proaktif melalui kegiatan pelayanan pasporia. Dalam program pasporia tersebut, kami melayani 12 permohonan paspor," katanya.
Baca juga: Imigrasi Banda Aceh deportasi WN Pakistan eks narapidana keimigrasian

Dari 12 permohonan tersebut, kata dia, delapan di antaranya merupakan permohonan pergantian paspor. Sedangkan empat permohonan lainnya, merupakan penerbitan paspor baru.

Bambang Tri Cahyono mengatakan program pasporia merupakan inisiatif yang dirancang untuk memudahkan masyarakat dalam mengurus dokumen keimigrasian tanpa harus mengganggu jam kerja atau aktivitas di hari kerja.

Menurut dia, program pasporia merupakan wujud nyata komitmen Imigrasi untuk memberikan pelayanan yang makin dekat, cepat, dan menyenangkan bagi masyarakat.

"Lewat pasporia, kami ingin mengubah kesan pelayanan publik menjadi lebih rileks dan mudah dijangkau. Masyarakat sedang berolahraga atau menikmati waktu akhir pekan bersama keluarga di area CFD, bisa sekaligus menyelesaikan urusan paspor mereka," katanya.

Bambang Tri Cahyono menegaskan semua proses penerbitan paspor lewat program pasporia tersebut berjalan sesuai standar operasional prosedur. Pelayanan yang diberikan kepada masyarakat juga tanpa kendala.
Baca juga: Imigrasi Banda Aceh hadirkan Pasporia permudah pengurusan paspor

"Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai terobosan layanan demi memberikan kemudahan terbaik bagi masyarakat Aceh," kata Bambang Tri Cahyono.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Aceh Tato Juliadin Hidayawan mengapresiasi langkah responsif Kantor Imigrasi Banda Aceh dalam menghadirkan layanan berbasis kebutuhan masyarakat tersebut.

Menurut dia, inovasi layanan jemput bola seperti pasporia ini efektif untuk meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap layanan keimigrasian. Kantor wilayah terus mendorong satuan kerja menghadirkan layanan menyentuh langsung masyarakat.

"Kami terus mendorong seluruh satuan kerja di lingkungan Imigrasi Aceh untuk menghadirkan layanan yang semakin inklusif, akuntabel, dan menyentuh langsung kebutuhan warga," kata Tato Juliadin Hidayawan.
Baca juga: Imigrasi Banda Aceh deportasi tiga WN India

Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.