Medan (ANTARA) - Jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara secara resmi mengikuti agenda strategis Penandatanganan pakta Integritas Panitia Seleksi Penerimaan Calon Taruna/Taruni Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia Tahun Anggaran 2026. Kegiatan berskala nasional ini diselenggarakan secara serentak pada hari Selasa (1/9).
Penandatanganan pada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara dilaksanakan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara Parlindungan, Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Gelora Adil Ginting serta Ketua Tim Sumber Daya Manusia Rosalyn Lumban Gaol yang secara resmi mengemban tugas krusial sebagai jajaran Panitia Daerah.
Agenda ini menjadi jembatan penghubung yang mensinergikan Panitia Daerah di seluruh penjuru negeri dengan Panitia Pusat yang melangsungkan acara secara tatap muka di Aula Jusuf Adiwinata Lantai 1, Gedung Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Pelaksanaan penandatanganan ini merupakan tindak lanjut komprehensif dari Rapat Persiapan Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang telah rampung dilaksanakan pada tanggal 22 Agustus 2026 lalu.
Esensi dari dokumen Pakta Integritas ini bukanlah sekadar kewajiban administratif, melainkan bentuk kesanggupan mutlak serta tanggung jawab profesional seluruh kepanitiaan dalam menjaga kemurnian integritas proses dan hasil seleksi. Lebih jauh, komitmen tertulis ini menjadi benteng utama untuk mencegah terjadinya berbagai bentuk penyalahgunaan wewenang, sekaligus menutup rapat potensi pemberian perlakuan khusus kepada peserta seleksi tertentu.
Sebagai langkah tindak lanjut pasca-pertemuan virtual tersebut, seluruh jajaran Panitia Daerah diinstruksikan untuk bergerak cepat.
Melalui komitmen ini, Imigrasi Sumatera Utara menegaskan kesiapannya untuk mengawal lahirnya taruna-taruni unggul melalui proses penjaringan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.