Indonesia ditekuk Malaysia 0-3 dalam hoki putri - ANTARA News Ambon, Maluku

Jakarta (ANTARA) - Tim putri Indonesia ditekuk Malaysia 0-3 dalam pertandingan klasifikasi pertama (peringkat 5-8) hoki putri Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Gifu Prefectural Green Stadium, Kakamigahara, Jepang, Rabu.

Indonesia memberikan perlawanan ketat pada awal kuarter pertama. Kedua tim sama-sama berusaha membangun serangan melalui penguasaan bola dan penetrasi ke area pertahanan lawan. Namun, hingga kuarter pertama berakhir, kedudukan tetap 0-0.

Memasuki kuarter kedua, Malaysia mulai meningkatkan serangan untuk lebih sering menekan pertahanan Indonesia. 

Tekanan Malaysia itu menghasilkan gol pertama yang bertahan hingga memasuki waktu jeda.

Indonesia berusaha menyamakan kedudukan setelah turun minum. Sejumlah upaya membangun serangan dilakukan untuk mencari celah di pertahanan Malaysia. Namun, Malaysia mampu mempertahankan organisasi permainan sekaligus kembali menekan Indonesia.

Pada kuarter ketiga, tekanan Malaysia kembali membuahkan hasil sampai menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Indonesia berupaya memperkecil ketertinggalan, tapi gagal mengonversi peluang pada periode itu.

Pada kuarter keempat, situasi Nisa Indira dan kawan-kawan semakin sulit. Malaysia tetap agresif dalam menyerang dan kembali mendapatkan sejumlah peluang melalui tekanan di area pertahanan Indonesia, sampai  menghasilkan gol ketiga yang membuat mereka unggul 3-0.

Malaysia mendominasi laga ini dengan penguasaan bola 58 persen, sedangkan Indonesia 42 persen. Perbedaan juga terlihat dalam jumlah penalty corner dari kedua tim.

Malaysia mendapatkan 14 penalty corner, sedangkan Indonesia hanya sekali penalty corner. 

Hasil ini membuat Indonesia masih berusaha kerasa berada di posisi kelima pada klasifikasi peringkat 5-8.  Indonesia selanjutnya bertanding dalam klasifikasi kedua untuk perebutan peringkat 7-8 pada 2 Oktober.

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.